Tim Satgas Migas memergoki seorang pengendara sepeda motor yang ketahuan membeli bbm jenis premium berkali kali di SPBU Kilometer 16 Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Rabu (10/10). F slamet nofasusanto / batam pos.

batampos.co.id – Ada-ada saja ulah pengendara sepeda motor untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kendati sudah dilarang membeli premium dengan menggunakan jeriken, pengendara satu ini tidak kehabisan akal.

Dia malah mondar mandir SPBU dalam hitungan jam untuk membeli premium meskipun tanpa membawa keranjang maupun jeriken.

Aksi mondar mandir si pengendara ini ternyata sudah ditandai oleh Tim Satgas Migas yang kebetulan memantau penjualan BBM pascakelangkaan premium dan solar di SPBU Kilometer 16 Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya, Bintan pada Rabu (10/10) siang.

Dua petugas Satgas Migas berkemeja putih langsung menghampiri pengendara tersebut.

“Katanya untuk kebun. Ngakunya sudah 3 kali (mondar mandir) ke SPBU,” ungkap PPNS Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan Setia Kurniawan.

Kepada pengendara tersebut, dia meminta untuk tidak mengulangi ulahnya sebab banyak masyarakat yang membutuhkan premium.

“Sempat mau menangis dan memohon ampun untuk tidak ditangkap,” kata dia.

Atas kejadian ini, lelaki yang akrab disapa Iwan ini mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil keutungan pribadi saat Pertamina mengurangi pasokan BBM baik solar ke premium ke sejumlah SPBU di Pulau Bintan saat ini.

Usai ditegur, pengendara sepeda motor itu langsung berlalu dari SPBU.

Pengawas SPBU Kilometer 16 Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya Deni mengaku dirinya tidak bisa memantau setiap waktu pembelian bbm hingga beberapa kali di SPBU.

Hanya Deni menegaskan, untuk pembelian BBM dengan menggunakan jeriken memang tidak dibolehkan. (met)