ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bintan melakukan sosialisasi ulang imunisasi measles rubella (MR) setelah pelaksanaan imunisasi ini diperpanjang sampai akhir Oktober 2018.

Bahkan mereka melakukan sweeping ke rumah-rumah masyarakat yang anaknya belum diberikan imunisasi, meskipun banyak orangtua kurang merespon.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bintan, dr Yosei Susanti menyampaikan pihaknya saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi ulang imunisasi MR, baik di posyandu maupun di sekolah-sekolah.

“Untuk waktu perpanjangan ini kami lakukan di sekolah dan di posyandu,” ujar dia.

Selain itu, petugasnya juga melakukan sweeping ke rumah-rumah masyarakat untuk memberikan anak-anak yang belum diimunisasi.

“Termasuk door to door,” ujarnya.

Hanya diakui masih banyak orangtua yang kurang merespon meskipun pihaknya sudah merangkul ulama dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bintan. Karena itu, pihaknya hanya memberikan imunisasi ke anak-anak setelah orangtua menyetujui pemberian imunisasi.

“Antusias masyarakat tetap kurang meski sudah merangkul ulama namun tak berpengaruh,” kata dia.

Menurut dia, meski sudah disampaikan ke masyarakat sesuai fatwa MUI, namun masyarakat banyak yang terlanjur percaya berita hoax.

Hingga saat ini, pelaksanaan imunisasi MR di Kabupaten Bintan mencapai 65 persen dari sekitar 45.013 anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi MR.(met)