ilutrasi

batampos.co.id – Polres Tanjungpinang telah menetapkan satu tersangka terkait penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi.

Tersangka berinisial DP merupakan supir mobil Vitara BP 1xx6 TB, dimana tangki mobil tersebut telah dimodifikasi untuk memuat 500 liter solar. BBM bersubsidi tersebut diduga akan dijual kembali ke tempat-tempat industri di Bintan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno menjelaskan, tersangka DP, ditangkap petugas saat mengisi solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Soekarno Hatta Tanjungpinang, Selasa (9/10/2018) lalu.

“Hari ini (kemarin, red) ditetapkan tersangka, barang bukti mobil yang berisi lebih kurang 100 liter solar di dalam tangki modifikasi,” kata Dwihatmoko, Kamis (11/10/2018).

Tersangka, kata Dwihatmoko, dijerat pasal 55 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun.

“Penyidik masih melakukan pengembangan” katanya.

Sedangkan dua pelansir solar lainnya yakni SR dan AZ belum ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini keduanya masih diperiksa intensif oleh penyidik Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur.

“Kami gelar perkara dulu,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Iptu Ardian.

Penyidik telah mengamankam barang bukti dua mobil dan 80 liter solar subsidi dari tangki dua mobil, tiga jeriken dan puluhan botol air mineral.

Sebelumnya, polisi mengamankan tiga unit mobil pelangsir solar yakni mobil Vitara BP 1xx6 TB, mobil Feroza BP 1708 TF, dan mobil Isuzu Phanter BP 1xx2 BA beserta supir, saat mengisi bahan bakar solar di dua SPBU di Tanjungpinang, Rabu (10/10/2018).

Modus operandi yang digunakan pelaku untuk me dapatkan solar, dengan cara memodifikasi tangki mobil agar bisa memuat 500 liter BBM jenis solar. Selanjutnya, solar subsidi yang didapatkan akan dipindahkan ke jeriken, lalu dijual kembali ke sejumlah tempat industri di Kijang, Bintan. (odi)