batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan evaluasi terhadap capaian pembangunan yang dilakukan. Dari evaluasi yang didapat, teruslah melakukan pembenahan dan perbaikan dalam memberi yang terbaik bagi masyarakat dan daerah ini.

“Jangan puas dengan apa yang telah kita capai saat ini. Kita harus bergerak maju untuk bersaing dengan daerah-daerah lain baik di lingkup nasional maupun level internasional,” kata Nurdin, Ahad (14/10) pagi.

Sepanjang akhir pekan ini, Nurdin bergerak antara Tanjungpinang, Karimun, Batam, Kundur, untuk menghadiri sejumlah kegiatan. Pada Jumat (12/10) malam, Nurdin menghadiri syukuran Hari Jadi Kabupaten Karimun yang ke-19 di Halaman Kediaman Bupati Karimun. Usai melaksanakan Safari Subuh di di Masjid Fastabihul Khairat, Sei Ayam, Tanjungbalai, Nurdin menghadiri Bengkel Pengenalan Destar, Tanjak, dan Tengkolok di Kawasan Canggai Putri, Karimun.

Dari Karimun, Nurdin kemudian ke Batam untuk menghadiri Baksos Budha Tzu Chi ke-113. Mereka menggelar operasi katarak untuk masyarakat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK). Dari Batam, Nurdin menuju Pulau Pangkil, Kabupaten Bintan, untuk menghadiri turnamen sepak bola.

Dari Pangkil, Nurdin kemudian ke Karimun memenuhi undangan masyarakat. Dari Karimun, Nurdin kembali ke Batam. Di Batam, Minggu (14/10) pagi, Nurdin menunaikan Safari Subuh di Masjid Al Isra Bengkong. Dari Batam, Nurdin menghadiri Silaturahmi Akbar Warga Penggarap Lahan Terlantar Air Raja, Tanjungpinang. Nurdin kemudian ke Pulau Kundur, menghadiri acara di Stadion Mini Tanjungbatu.

Dalam menghadiri banyak kegiatan tersebut, Nurdin mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan. Jangan mudah terpecah belah karena informasi yang tak jelas dan mudah terprovokasi.

“Masyarakat Kepri, kita harus bersatu padu untuk memajukan daerah ini. Saling menguatkan untuk kemajuan perekonomian dam daerah ini,” kata Nurdin.

Soal saling memperkuat, Nurdin mengilustrasikannya dengan sebuah bangunan. Bangunan itu tak akan kokoh dan indah kalau tiap bahannya tidak disatukan. Semen, pasir, air, batu, besi dan lainnya harus bersatu untuk memperkuat sebuah bangunan.

Karena itu, Nurdin berpesan, masyarakat jangan saling menjatuhkan. Hal ini akan merugikan daerah dan kemajuan pembangunan.

Sebagai daerah maritim yang 96 persen wilayahnya terdiri dari lautan, Nurdin mengajak semua daerah di Kepri memperkuat poros maritim. Pemanfaatan sektor kelautan ini, juga menjadi salah satu sektor yang dibangun pemerintah pusat.

Gubernur juga memaparkan fokus pembangunan di Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepri. Dengan proyek Gurindam 12, Tanjungpinang pun sedang bersolek untuk memperlihatkan wajah baru sebuah ibu kota. Banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan di kawasan ini, salah satunya sektor pariwisata.

Selain itu, pembenahan sektor kepelabuhanan juga dilakukan. Sebab, kata Nurdin, proses bongkar muat barang selama ini cukup lambat. Itu mempengaruhi inflasi. Kelambatan itu yang diurai Pemprov Kepri.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

“Pembangunan infrastruktur sangat penting dan menjadi fokus utama pemerintah,” kata Bupati Karimun 2004-20015 ini.

Dalam kesempatan itu, Nurdin menitipkan PR kepada Dwi Ria Latifa, anggota DPR RI yang anak Kepri untuk terus memberi masukan kepada pemerintah pusat terkait persoalan dan pembangunan daerah ini. Hal ini agar perekonomian di seluruh Kepri dapat semakin meningkat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain infrastruktur, sektor pertanian, kata Nurdin juga sedang dikembangkan. Karena sektor ini juga dapat meningkatkan perekonomian.

“Untuk melengkapi semua sektor pembangunan, yang paling penting adalah pembangunan iman dan taqwa,” kata Nurdin.

Pada kesempatan ke pulau-pulau itu, Nurdin mengingatkan masyarakat untuk terus memakmurkan masjid. Memakmurkan mulai dari membangun masjid hingga terus memenuhinya dengan shalat berjamaah. Apalagi di Kepri kini banyak masjid yanh bagus-bagus dan harus dipenuhi sejak waktu subuh tiba.

“Perkuat terus Iman dan Taqwa. Ajak generasi muda dan anak-anak kita untuk selalu salat berjamaah di masjid,” kata Nurdin. (bni)