batampos.co.id – Data pemilih sebelum pencoblosan pemilu serentak tahun 2019 nanti terus mengalami perubahan. Hal ini diakui Komisioner KPU Bintan Haris Daulay saat dihubungi, Selasa (16/10).

Haris mengatakan, saat ini pihaknya terus mengupdate data pemilih karena banyak warga yang sudah terdata
di data pemilih namun sudah meninggal dunia.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mendata kembali.
“Kita sudah minta ke PPK dan PPS bila menemukan data warga yang sudah meninggal sebaiknya langsung dicoret,” kata dia juga berharap adanya masukan dari masyarakat.
Bila mana menemukan data warga yang sudah tiada, dia berharap masyarakat untuk melaporkan dan memberikan masukan terkait data pemilih ke posko-posko yang ada di kecamatan maupun desa. Supaya nama pemilih yang sudah meninggal dunia dan pemilih yang belum terdaftar di DPT bisa ditindaklanjuti.
Hingga saat ini, Haris  mengatakan, jumlah DPT Bintan untuk Pileg dan Pilpres 2019 mendatang berjumlah sekitar 96.991 jiwa. Dimana sebelumnya DPT Bintan berkisar 98.370 jiwa.
“Data DPT di Bintan masih terus berubah,” kata dia.
Oleh karena itu, dengan dibukanya posko layanan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang akan berakhir 28 Oktober 2018 mendatang harapnya nama-nama yang belum masuk bisa dilaporkan ke posko layanan ini.
“Berakhirnya memang tanggal 28 Oktober 2018 namun puncak acara GMHP akan dilakukan serentak secara nasional pada 17 Oktober 2018 nanti,” kata dia. (met)