batampos.co.id-Anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjungpinang, Rudy Chua mengatakan gara-gara tarik ulurnya serahterima infrastru

Mesin SWRO Tanjungpinang. F. Yusnadi

ktur Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Konsekeunsinya adalah Pemprov sulit untuk mendapatkan proyek perpipaan dari pusat.

“Persoalan kebutuhan air menjadi masalah klasik yang sampai hari ini belum tuntas,” ujar Rudy Chua, Rabu (17/10) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, imbas dari persoalan tersebut tidak adanya sinergi pembangunan didaerah. Terlepas dari masalah itu, Rudy mengharapkan Pemko Tanjungpinang yang mengelola SWRO untuk dapat mengoptimalkan kehadiran infrastruktur strategis tersebut.

“Sayang tentunya, jika tidak memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegas Rudy Chua.

Pria yang duduk di Komisi II DPRD Kepri itu, juga mengatakan dari informasi yang ia dapatkan, Pemko Tanjungpinang lewat APBD Perubahan 2018 sudah mengalokasikan anggaran operasional SWRO sekitar Rp600 juta untuk tiga bulan kedepan. Atas dasar itu, ia berharap ada kontribusi dari SWRO untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di Tanjungpinang.

“Kita tidak bisa berharap banyak dengan PDAM. Karena jangkauannya masih sangat terbatas,” tutup Rudy.(jpg)