batampos.co.id – Setelah memeriksa saksi-saksi, penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan terkait dugaan penganiayaan oleh oknum dokter terhadap bidan berinisial W. Namun penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Terduga pelaku oknum dokter, masih kami lidik,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (16/10).
Disinggung lebih lanjut mengenai nama terduga pelaku dan motifnya, Dwihatmoko masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut, sebab pihaknya masih mengumpulkan bukti terkait dugaan penganiayaan tersebut. Penyidik juga sedang menunggu hasil visum korban. “Terduga pelaku belum diperiksa,” katanya.
Sementara itu, Pendamping Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kepri, Lalu Ahmad Rodiyan mengatakan, kondisi korban yang mengalami trauma histeris mulai berangsur pulih. Namun masih merasakan trauma. Korban, kata Lalu, sudah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat. Namun tetap dipapah saat berjalan. “Tinggal menghilangkan traumanya,” ungkap Lalu.
Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun, awalnya, Rabu (10/10), korban dihubungi oleh oknum dokter diduga berinisial Y, untuk merawat keluarganya. Saat tiba di rumah oknum tersebut, korban tidak melihat keluarga yang akan dirawatnya. Hanya ada oknum dokter dan dirinya. Korban lalu ditawari dan diberi suntikan vitamin serta diberi obat-obatan oleh oknum tersebut. Setelah mendapat suntikan, korban mengalami pusing dan langsung tidak sadarkan diri selama dua jam. Saat sadar, tubuh korban terasa lemas dan berjalan pincang. Lalu korban mendapati oknum dokter sedang berada di kamar mandi, korban dengan tertatih-tatih langsung buru-buru pulang ke rumahnya. Tiba di rumah, korban mendapati sebagian tubuhnya terdapat puluhan bekas suntikan. Keesokan harinya, kaki korban membengkak dan terpaksa berjalan menggunakan tongkat. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa korban ke UPTD P2TP2A Kepri untuk mendapatkan pendampingan. Kemudian pada Sabtu (13/10), korban bersama keluarganya dan pihak klinik tempatnya bekerja, melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Tanjungpinang. (odi)