Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Mohammad Zaini. F.Istimewa

batampos.co.id – Untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, Badan Pengawas Pemilu Tanjungpinang ikut menjaga hak pilih warga. Hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi tindak kecurangan yang bisa melenyapkan hak seorang warga negara dalam pesta demokrasi lima tahun sekali.

 

Lewat Gerakan Melindung Hak Pilih (GMHP), Bawaslu Tanjungpinang membuka posko pengaduan bagi warga yang identitasnya belum tercantum dalam dafta pemilih tetap pada pemilu tahun depan.
“Posko ini dibuka di kantor Bawaslu Tanjungpinang, Panwaslu Kecamatan dan Kelurahan, untuk disampaikan kepada KPU,”ujar Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Mohammad Zaini, ketika memantau pengawasan GMHP di PPS Pinang Kencana, kemarin.
Zaini menjelaskan Bawaslu berupaya mencermati daftar pemilih dalam DPT-HP (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan), agar bersih dari kegandaan data pemilih. Tahapannya dengan terlebih dahulu mengecek elemen data pemilih yang tidak sesuai serta memasukkan pemilih yang memenuhi syarat agar masuk ke dalam DPT.
“Maka Bawaslu bersama jajarannya turut mengawasi proses penyempurnaan DPT yang dilakukan oleh KPU dan jajarannya,” ujar Zaini Beberapa waktu yang lalu, sambung Zaini, pihaknya telah melakukan pencermatan DPT, dengan temuan 238 pemilih ganda, dan 1 pemilih yang memiliki kesamaan elemen data, nomor NIK dan KK sama, harusnya tentu berbeda nomor. Data tersebut sudah diserahkan ke KPU untuk diperbaiki, dan sudah ditetapkan dalam DPTHP.
Bawaslu, sambung Zaini, juga mengimbau kepada seluruh jajaran pengawas, agar memasang tagar #BawasluJagaHakPilih di akun media sosial agar menjadi perhatian semua pihak dan masyarakat agar concern dalam menyelematkan hak pilih, masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT agar segera melapor ke Bawaslu atau KPU.
“Pengawas Pemilu berkomitmen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk menjaga hak pilih agar semakin sukses penyelenggaraan pemilu,” pungkas Zaini. (aya)
Yuk Baca