Sejumlah peserta mengikuti Dragon Boat Race di Sei Carang Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang tetap mempertahankan tradisi menggelar lomba balap perahu naga internasional. Pada tahun ini, ajang yang akan diikuti tim-tim dari negeri jiran itu akan dimulai Jumat (19/10) siang esok. Ditargetkan dalam sehari tersebut akan ada kunjungan lebih dari 3 ribu orang di kawasan Sungai Carang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Raja Kholidin menjelaskan, antusiasme ini akan diundang melalui pelbagai kegiatan yang diselenggarakan di sekitar lokasi penyelenggaraan di bawah Jembatan Engku Puteri, Sungai Carang.
“Banyak kegiatan di sana, seperti permainan rakyat dan stan bazar juga akan ada seperti yang sudah-sudah. Bahkan nanti juga akan ada kesenian Joged Dangkong,” terang Kholidin, Rabu (17/10).
Kholidin optimistis 3 ribu kunjungan dalam sehari itu bukan angka yang sulit dicapai. Mengingat untuk kian menarik minat wisatawan, Disparbud Tanjungpinang telah bekerjasama dengan beberapa pihak penginapan di Lagoi untuk menjadikan kunjungan ke lokasi perlombaan balap perahu naga sebagai agenda akhir pekan keliling kota.
Selain itu, untuk tahun ini, akan diadakan pula konvoy yang diikuti seluruh peserta dan pihak-pihak terkait. Konvoy ini dijadwalkan dilangsungkan Jumat pagi dari Lapangan Pamedan sampai lokasi perlombaan di Sungai Carang.
Untuk jumlah peserta lomba balap perahu naga tahun ini, Kholidin menjelaskan akan ada sebelas tim luar negeri yang berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
“Kemarin hanya enam yang mendaftar, sekarang tambah lima jadi sebelas tim yang akan berlaga,” ungkapnya.
Tim-tim dari negeri jiran itu nanti akan bertanding dalam laga
eksibisi internasional. Sementara dari Indonesia akan diwakili atlet dayung dari Provinsi Kepulauan Riau.
Kholidin menjelaskan, laga eksibisi sengaja digelar untuk memberikan kesan baru pada helatan lomba balap perahu naga tahun ini. Pasalnya, sambung dia, mereka yang akan terjun di laga eksibisi ini didominasi oleh atlet-atlet muda yang notabene masih berstatus pelajar.
“Nanti mereka diberi penghargaan. Permainan bonus untuk mereka. Karena banyak anak-anak sekolah yang jadi pesertanya. Tujuan kami supaya lebih banyak pengalaman yang dapat diberikan,” kata Kholidin.
Sementara itu, jumlah tim dari dalam negeri yang akan berlaga pada adu cepat nanti sudah ada 35 tim. Sebanyak 10 tim di antaranya berasal dari luar daerah. Mulai dari Riau, Jambi, hingga Sumatra Barat. Adapun 24 tim sisanya berasal dari kabupaten/kota yang ada di Kepri. (aya)