batampos.co.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang akan memanggil oknum dokter berinisial YS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap bidan berinisial DD. Hal tersebut dilakukan guna mengungkap dan mengetahui secara jelas dan detail terkait kejadian tersebut.

Selanjutnya, setelah memenuhi panggilan, oknum dokter akan dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). “Kami akan meminta penjelasan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan,” kata Ketua IDI Tanjungpinang, dr. Muslih saat dihubungi Batam Pos, Rabu (17/10).
Ditanya terkait langkah selanjutnya yang dilakukan, jika oknum dokter terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar kode etik kedokteran, Muslih mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, sebab sebelum mengambil keputusan, pihaknya harus terlebih dahulu mengetahui secara pasti perbuatan  yang telah dilakukan oknum dokter tersebut. “Yang bersangkutan sudah dipanggil, namun belum bisa memberikan keterangan, karena lagi menangani pasien,” kata dokter spesialis mata tersebut.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan korban. Pihaknya saat masih akan mendalami dugaan penganiayaan yang menimpa korban. “Hasil visum belum keluar,” katanya.
Disinggung mengenai adanya tindakan pencabulan atau pun perkosaan yang dilakukan oleh oknum dokter terhadap korban, Dwihatmoko mengatakan pihaknya juga sedang mendalami adanya dugaan tersebut. “Kami selidiki dulu,” ujarnya. (odi)