Galakkan Anak Mengaji di Masjid. F.Istimewa 

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi melihat banyak anak-anak sekolah setelah menginjak di bangku sekolah menengah pertama (SMP) sudah tidak lagi mengaji di masjid.

“Rata-rata mereka tidak lagi melanjutkan mengaji,” kata dia, kemarin.
Menurutnya fenomena saat ini banyak anak-anak yang mengaji sebagai kebutuhan semata untuk mendapatkan sertifikat mengaji sehingga bisa melanjutkan ke jenjang SMP.
“Setelah masuk SMP, kegiatan mengaji pun berhenti,” kata dia.
Saat ini, pihaknya sedang membicarakan dengan instansi vertikal untuk membuat konsepnya.
“Apakah nanti bisa dengan menggunakan buku panduan dan ditandatangani pengelola mesjid serta disetor di sekolah,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga meminta agar orangtua hendaknya dapat terlibat aktif. Orangtua juga bisa membantu dengan mengajak anak-anak mengaji ke mesjid sekaligus memakmurkan masjid.
“Mengajak anak-anak kita mengaji ke masjid, secara tidak langsung kita juga ikut memakmurkan masjid. Jadi anak-anak mengaji di masjid dan musala, akan ada buku panduannya,” ujarnya.
Dikatakannya juga tradisi Melayu dulunya anak-anak gemar mengaji seusai maghrib menjadi hal yang biasa dilakukan masyarakat, namun tradisi tersebut tampaknya sudah mulai menghilang. Kegiatan mengaji ini tidak hanya membiasakan membaca Al-Quran tetapi juga mengajak umat Islam untuk meramaikan masjid dengan salat berjamaah.
“Sekarang ini banyak masjid yang kosong setiap waktu salat, maka mengaji di masjid sebagai salah satu upaya untuk meramaikan masjid dan menyiarkan agama Islam,” tutupnya. (met)