Dua terdakwa Siswanto dan Dede usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (17/10). F. Olan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa penyelundupan barang-barang ilegal, Siswanto dan Dede Ahmad dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (17/10).

Kedua terdakwa terbukti bersalah sebagai pelaku usaha tidak menggunakan atau tidak melengkapi label berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan di dalam negeri. Terdakwa melanggar pasal Pasal 104 Jo Pasal 6 Ayat 1 UU RI No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. “Menuntut terdakwa dua tahun penjara,” kata JPU Ramdhani.
Sementara itu adapun barang-barang ilegal yang akan diselundupkan terdakwa Siswanto berupa 134 koli pakaian dewasa, 13 koli pakaian anak-anak, 74 sandal dan sepatu, dua koli perlengkapan bayi dengan berat  9,5 Ton dan bernilai Rp 237 juta. Sementara itu barang ilegal yang akan diseludupkan terdakwa Dede Ahmad berupa 35 koli pakaian dewasa, 75 koli pakaian anak-anak, satu koli tas wanita,  enam koli pakaian bayi,  delapan koli asesoris ponsel. “Barang bukti telah dimusnahkan pada saat penyidikan di kepolisian, “kata JPU.
Setelah mendengar tuntutan JPU, hakim ketua Eduart Sihaloho menunda persidangan selama satu pekan.
Sebelumnya, lima kontainer diamankan  kepolisian di Pelabuhan Peti Kemas, Sei Kolak, Kijang, pada maret lalu. Lima kontainer, empat diantaranya milik Pelni kemudian dipindahkan ke Mapolres Bintan untuk dilakukan pencacahan. Hasil pencacahan diketahui satu kontainer berisikan mikol sebanyak 10 ribu botol berbagai merek. Lalu empat kontainer berisikan kosmetik, pakaian, mainan anak-anak. (odi)