batampos.co.id –  Indeks angka harahan hidup bagi warga Tanjungpinang naik. Pada 2017 lalu, angka harapan hidup hanya 71,74 tahun dan kini naik menjadi 71,84 tahun. Dengan angka tersebut, bisa diperkirakan, setiap bayi yang lahir pada 2017 bisa hidup hingga usia 71-72 tahun.

Catatan gemilang ini mendapat perhatian Syahrul. Wali Kota Tanjungpinang yang baru dilantik ini menilai, peningkatan angka harapan hidup adalah bukti sejalan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang. Sehingga hal ini menjadi motivasinya untuk terus memberikan yang terbaik hingga lima tahun ke depan.

“Ini adalah sinyal positif bahwa pembangunan di Tanjungpinang sudah berada di trek yang benar. Kita semua tinggal perlu meningkatkan lagi dari waktu ke waktu,” ujar Syahrul, kemarin.

Yang membuat senyum Syahrul kian mengembang, juga terjadi peningkatan terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) di Tanjungpinang. Pada tahun lalu, IPM Kota Tanjungpinang hanya 77,77 dan berdasarkan hasil perhitungan sementara untuk tahun ini sudah menunjukkan grafik peningkatan mencapao 78,00. Hal ini, kata Syahrul, tentu patut mendapat apresiasi kepada seluruh elemen pemerintahan yang membuat kerja positif ini terealisasi.

“Karena angka 78,00 itu lebih tinggi dari IPM Provinsi atau IPM Nasional. IPM Provinsi Kepri hanya 74,45 dan IPM Nasional 70,81. Kita semua harus bersyukur dan tentu harus ditingkatkan lagi,” ajaknya.

IPM tersebut, beber Syahrul, merupakan indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan keberhasilan pembangunan dalam suatu daerah. Adapun PDRB per kapita atas dasar harga konstan pada tahun 2017 senilai Rp 65,45 juta meningkat dari tahun sebelumnya Rp 64,45 juta.

Sedangkan untuk mengukur kemiskinan metode yang digunakan adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar dengan menghitung garis kemiskinan. Berdasarkan garis kemiskinan tersebut diperoleh persentase bahwa penduduk miskin 9,29 % di Tanjungpinang telah mengalami penurunan 0,05% dari tahun sebelumnya yakni 9,34%.

Syahrul juga menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari peran seluruh komponen masyarakat dan Pemko Tanjungpinang juga memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik di dalam penyusunan program yang dianggarkan dalam APBD sehingga pembangunan tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Semangat terus membangun dan bersinergi ini yang harus kita jaga sampai lima tahun depan menuju Tanjungpinang yang lebih baik lagi,” pungkas Syahrul. (aya)