Kabid Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan, Kanwil BPN Kepri, Yusmariza. F. Jailani/Batam Pos.
batampos.co.id – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Provinsi Kepri mencata ada 171 titik lahan di Provinsi Kepri yang  dikuasi Badan Usaha terindikasi terlantar. BPN sudah memberikan ultimatum, apabila tidak dikelola sesui dengan izin lokasi yang diberikan akan berpotensi maauk dalam daftar lahan terlantar.
“Dari data base yang kita miliki, ada 171 pemegang lokasi usaha yang lahannya masuk dalam terindikasi terlantar. Artinya belum terlantar,” ujar Kabid Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan, Kanwil BPN Kepri, Yusmariza, Jumat (19/10) di Tanjungpinang.
Menurut Yusmariza, luas lahan yang terindikasi bervariasi. Yakni mulai dari dua hektar sampai ratusan hektar. Dijelaskannya, pihaknya bertanggungjawab untuk melakukan proses cek dan ricek dan lahan tersebut. Apakah sudah sudah ada aktivitas atau tidak diatas lahan yang dimaksud.
“Kami menerbitkan surat peringatan sebanyak tiga kali secara bertahap. Apabila tidak ada respo, maka dilakukan verifikasi dlapangan,” tegas Yusmariza.
Ditambahkannya, apabila hasil penelitian menyimpulkan bahwa kawasan yang dimaksud adalah lahan terlantar. Maka, hasil rekomendasi tim akan disampaikan ke Agraria dan Tata Ruang (ATR) pusat. Maka Surat Keputusan (SK) penetapan lahan terlantar adalah pusat.
“Kami saat ini sedang mengejar lahan-lahan yang luasnya. Sehingga bisa dipergunakan untuk kepentingan usaha dan investasi,” jelas Yusmariza.(jpg)