batampos.co.id – Kardianus Rinyuang, 21, warga Kampung Kolong Enam RT 001 RW 022 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan ditemukan tewas dengan lilitan tali di bagian leher di rumahnya, Kamis (18/10) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Hingga saat ini Kepolisian belum bisa menyimpulkan kematian Kardianus murni gantung diri atau dibunuh.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Muchlis Nadjar melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Moh Fajri Firmansyah ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/10) siang menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Hingga saat ini, teman “dekat” dan sekamar korban, Julianto yang merupakan saksi kunci kematian korban masih menjalani pemeriksaan.

“Dari jam 1 malam sampai sekarang masih diperiksa,” ujar Fajri.

Dijelaskannya Julianto ialah teman “dekat” Kardianus. Keduanya tinggal sekamar di rumah tersebut.

Bahkan Julianto yang kali pertama melihat Kardianus dengan kondisi telungkup dengan lilitan tali di bagian leher.

“Keterangan Julianto saat itu korban (Kardianus) masih hidup karena menurutnya masih ada detak jantung. Jadi Julianto membaringkan korban untuk melepaskan ikatan tali di bagian leher,” jelas Fajri.

Tak lama Julianto meminta bantuan tetangganya, Jejen untuk membawa korban ke klinik, namun klinik tersebut tutup. Selanjutnya mereka membawa korban ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan di Kijang.

“Kami menerima laporan setelah korban sudah di rumah sakit. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” masih kata Fajri.

Lebih jauh Fajri mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan kematian Kardianus. Hingga saat ini tiga saksi diperiksa yakni Julianto, Jejen dan Wardi.

Teman sekampung korban Wardi, 25, sama-sama merantau dari Kalimantan Barat saat ditemui di depan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur merasa tidak percaya mendengar kabar kematian temannya.

Dia menjelaskan sebulan lalu mereka bekerja di satu perusahaan, namun sebulan terakhir sudah tidak lagi.

Dikatakannya juga bahwa korban dan Julianto memiliki hubungan dekat layaknya sepasang kekasih.

“Saya kurang tahu (hubungannya) tapi (mereka) dekat. Sudah kayak bukan teman biasa gitu,” tutupnya. (met)