Yanto, salah seorang komplotan pencuri diamankan petugas di Fasharkan Mentigi Tanjunguban, Kamis (18/10). F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, kembali meringkus Yanto, salah seorang kompolotan pencuri di atas kapal kargo SV. Lay Vessel 108 berbendera Malta di Perum Griya Permai, Batam, Rabu (17/10). Sebelumnya, petugas juga telah meringkus pelaku lainnya yakni Ridwan tidak jauh dari rumahnya di pulau Akar Setokok, Batam, Kamis (11/10) lalu.

Dantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno mengatakan, saat melakukan patroli menggunakan Sea Rider, Unit I Jatanrasla Fleet One Quick Responce (F1QR) melihat speedboat yang mencurigakan melintas dari arah perairan Batuampar menuju Tanjung Pinggir Sekupang Batam. Lalu petugas langsung melakukan pengejaran terhadap speedboat tersebut.

Petugas sempat kehilangan jejak speedboat, namun saat tiba di hutan bakau Tanjung Pinggir, petugas menemukan speedboat tanpa pengemudi yang bermuatan barang-barang seperti Chain saw listrik merk, dua unit mesin bor tangan, satu unit gerinda tangan, satu unit baterai merk dewalt, satu set kunci sock, satu bungkus kebel soket dan alat las serta dua karung kabel welding. Barang tersebut merupakan hasil curian di kapal SV. Lay Vessel 108 di Perairan Timur Pulau Sambu. Saat melancarkan aksinya, lanjut Eko, komplotan pencuri tersebut dibekali senjata tajam untuk mengancam korbannya. “Pelaku sempat melarikan diri saat akan ditangkap, sudah dua pelaku yang kami ringkus, Ridwan dan Yanto,” kata Eko di Fasharkan Mentigi Tanjunguban, Kamis (18/10).

Dari hasil pemeriksaan, dua pelaku mengaku melakukan pencurian bersama komplotannya berinisial T, F dan A. Saat ini petugas tengah memburu dan menelusuri keberadaan ke empat buronan tersebut. “Ada tiga orang pelaku lainnya yang sedang kami kejar,” kata Danlantamal.

Selanjutnya, barang bukti speed boat beserta barang-barang hasil curian serta pelaku diamankan di Pos Pengamat Angkatan Laut (Posmat) Tanjunguban untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. “Kami akan terus menyelidiki hingga menemukan otak maupun jaringan dari aksi pencurian ini,” tegas Eko.
Sementara itu, Yanto, pemilik speedboat yang digunakan untuk melancarkan aksi kejahatan mengaku, sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian di atas kapal asing bersama komplotannya. Sebelum melancarkan aksi, dia bersama komplotannya telah merencanakan secara matang aksi kriminal tersebut. Bahkan sesaat sebelum beraksi, dia bersama komplotannya mengkonsumsi sabu terlebih dahulu agar percaya diri. “Saya nyesal,” kata Yanto dengan wajah tertunduk. (odi)