Sejumlah peserta mengikuti Dragon Boat Race di Sei Carang Tanjungpinang.F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Perlombaan yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun tiba. Lomba balap perahu naga di perairan Sungai Carang akan dibuka, Jumat (19/10) pagi ini. Menjadi kegiatan pariwisata yang patut dinanti mengingat setiap tahunnya, ajang ini masih menjadi magnit kedatangan bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

Terlebih, di seputaran area pelaksanaan akan disediakan stan bazar yang berisi anekaragam. Mulai dari produk cenderamata sampai kuliner yang diisi oleh jaringan kelompok sadar wisata dari masing-masing kelurahan di Tanjungpinang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Raja Kholidin mengajak masyarakat untuk berduyun-duyun memadati area bawah jembatan Engku Puteri di Sungai Carang.

“Sebab besok (hari ini, red) juga akan ada banyak permainan rakyat yang digelar di sana. Belum lagi kesenian-kesenian tradisional juga akan ditampilkan,” ajak Kholidin, kemarin.

Dukungan dari lintas instansi juga menjadi faktor pendukung kesiapan dan kematangan acara ini. Disparbud, sambung Kholidin, telah berbagi tugas dengan Dinas Perhubungan agar ikut bekerja sama mengatur arus lalu lintas di seputaran area juga mengondisikan tata kelola area yang rapi dan nyaman.

“Sehingga parkir di sana juga tidak berantakan. Karena sebelumnya akan ada konvoy terlebih dahulu,” kata Kholidin.

Untuk jumlah peserta lomba balap perahu naga tahun ini, Kholidin menjelaskan akan ada sebelas tim luar negeri yang berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

“Kemarin hanya enam yang mendaftar, sekarang tambah lima jadi sebelas tim yang akan berlaga,” ungkapnya.

Tim-tim dari negeri jiran itu nanti akan bertanding dalam laga eksibisi internasional. Sementara dari Indonesia akan diwakili atlet dayung dari Provinsi Kepulauan Riau.

Kholidin menjelaskan, laga eksibisi sengaja digelar untuk memberikan kesan baru pada helatan lomba balap perahu naga tahun ini. Pasalnya, sambung dia, mereka yang akan terjun di laga eksibisi ini didominasi oleh atlet-atlet muda yang notabene masih berstatus pelajar.

“Nanti mereka diberi penghargaan. Permainan bonus untuk mereka. Karena banyak anak-anak sekolah yang jadi pesertanya. Tujuan kami supaya lebih banyak pengalaman yang dapat diberikan,” kata Kholidin.

Sementara itu, jumlah tim dari dalam negeri yang akan berlaga pada adu cepat nanti sudah ada 35 tim. Sebanyak 10 tim di antaranya berasal dari luar daerah. Mulai dari Riau, Jambi, hingga Sumatra Barat. Adapun 24 tim sisanya berasal dari kabupaten/kota yang ada di Kepri. (aya)