Peserta memacu perahu menuju garis finis saat Dragon Boat Race 2018 di Sei Carang Tanjungpinang, Jumat (19/10). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kehadiran rombongan peserta Dragon Boat Race, dari dalam dan luar negeri ke Tanjungpinang diharapkan dapat meningkatkan lama waktu menginap wisatawan.

Plt. Kadisparbud, Raja Kholidin mengungkapkan, diadakannya perlombaan eksibisi tahun ini, menjadi salah satu upaya untuk memperpanjang masa kunjungan para peserta yang juga wisatawan ini.
Selain itu, lokasi Sungai Carang juga telah diramaikan dengan bazar, pameran, hingga permainan rakyat. Yang diharapkan mampu memberikan kesan lebih kepada wisatawan yang berkunjung. “Kami rasa, dengan segala yang telah kami persiapkan mampu mendatangkan 3 ribu pengunjung tiap harinya,” kata Kholidin.
Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul juga menuturkan wisatawan yang berkunjung, dapat menikmati seluruh obyek wisata di Tanjungpinang.
“Kami harap kunjungan para peserta kali ini, dapat meninggalkan kesan yang hangat mengenai Tanjungpinang,” ujar Syahrul.
Lomba balap perahu naga pada tahun ini diikuti sbanyak 48 tim yang mengerahkan kemampuan terbaiknya menjadi yang paling cepat menyentuh garis finis di perairan Sungai Carang.
Pada tahun ini, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam masih menjadi negara jiran yang rutin mengirimkan atlet dayung terbaiknya pada helatan lomba balap perahu internasional di Tanjungpinang. Total gabungan dari tiga negara ini sebanyak 11 tim.
Kemudian dari luar provinsi ada 10 tim, dan dari kabupaten/kota di Kepri ada 11 tim. Sementara atlet dayung Tanjungpinang membentuk 16 tim.
Untuk helatan tahun ini juga akan disemarakkan dengan laga eksibisi antarnegara. Mereka yang terjun di kategori ini adalah para atlet muda yang sebagian besar masih berstatus pelajar. Untuk laga ini, tim Indonesia akan diwakili atlet dayung pelajar gabungan se-Provinsi Kepri. (aya)