Gadis Dabo Singkep Lili ketika dipeluk ibunya setelah 10 tahun menghilang. Keduanya dipertemukan di Kantor Dinsos Tanjungpinang, Kamis (18/10). F Riswan untuk Batam Pos.

 

batampos.co.id –  Sudah 10 tahun menghilang, gadis asal Dabo Singkep Kabupaten Lingga akhirnya ditemukan di Kijang Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

Herlin Ulina Sinaga alias Lili, 30, sempat diamankan warga Kilometer (Km)18 Kijang Kelurahan Gunung Lengkuas Kecamatan Bintan Timur karena dikira maling ayam.
Ia malah sempat dititipkan di Polsek Bintan Timur, Rabu (17/10) lalu.
Kasi Sosial Kelurahan Kijang Kota Riswan membenarkan kejadian itu. Saat di Polsek, Lili tak ingat segalanya yang berkaitan tentang dirinya. Yang diingatnya dia berasal dari Pelabuhan Jagoh Dabo Singkep Kabupaten Lingga.
“Diduga deprsi. Yang diingat orangtuanya di Dabo Singkep,” kata Riswan.
Riswan memposting kabar ini di facebook. Tidak lama Dinas Sosial Kota Tanjungpinang mengabarkan bahwa Lili ialah warga binaan rumah singgah di Tanjungpinang.
“Kebetulan ada keluarganya Lili yang menghubungi Dinsos bahwa menyakini kalau gadis itu anggota keluarga mereka yang hilang sudah 10 tahun,” kata dia.
Hendra Horas Sinaga keluarga wanita yang hilang ketika dihubungi, Jumat (19/10) siang membenarkan kalau wanita tersebut ialah adiknya.
“Dia hilang sejak awal Desember 2008 di Medan,” kata dia.
Dia menceritakan waktu itu orangtuanya ke Medan untuk pesta keluarga. Di sana, orangtuanya menanyakan ke Lili terkait kuliahnya.
“Kata bapak kalau tak kuliah lagi balik saja ke Dabo bantu mamak,” kata Hendra menirukan orangtuanya. Lili menolak balik ke Dabo. Dia ingin kuliah lagi.
“Waktu itu Lili menangis meminta supaya bisa melanjutkan kuliah lagi,” kata dia.
Singkat cerita, komunikasi keluarga dan Lili terputus. Lili tiba-tiba hilang kontak. Dia berusaha mencari ke kos dan menanyakan ke temannya namun tak ada yang tahu keberadaan adiknya.
“Kami sudah pasrah. Sudah ke mana-mana tanya orang pinter, jawabannya sama. Rabu lalu Alhamdulillah dapat kabar baik dari kades Kampung Harapan bahwa ada wanita yang mirip adik saya di postingan face book,” kata dia.
Ketika melihat di facebook, ia menyampaikan, kondisi adiknya berbeda jauh. Pipinya tirus. “Mamak bilang agak beda bagian mulut tapi dahi, alis matanya sama,” kata dia.
Singkat cerita, dia dan ibunya ke Tanjungpinang untuk melihat langsung Lili.
“Sesampainya di Kantor Dinsos mamak melihat dan memeluknya bahwa itu benar adik kami yang hilang,”
kata dia.
Dia sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menemukan adiknya. “Kepada Pak Riswan masyarakat dan Polsek Bintan Timur dan Dinsos Tanjungpinang yang sudah merawat adik kami. Juga semua pihak,” tutupnya. (met)