batampos.co.id – Meninjau dari nota pengantar rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2019 Pemko Tanjungpinang, belum dapat dipastikan bahwasanya program seragam gratis teranggarkan pada tahun depan. Dalam pidatonya, Wali Kota Syahrul memberi penjelasan mengenai janji kampanyenya ini.

Syahrul menegaskan bahwasanya program seragam gratis bagi siswa baru tetap menjadi program prioritasnya kendati tidak tercantum dalam tujuh program strategis yang dipaparkan dalam sidang paripurna tengah pekan lalu.
“Program strategis lainnya akan ditindaklanjuti kembali pada RAPBD 2019 sebagai komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan capaian target dalam rancangan RPJMD Kota Tanjungpinang 2018-2023, termasuk di antaranya bantuan seragam sekolah bagi seluruh siswa dan siswi yang akan masuk sekolah pada tahun ajaran baru,” ujarnya.
Adapun dari pemaparan tersebut, diketahui tujuh program prioritas itu adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana pemukiman melalui pembangunan lampu penerangan jalan di beberapa titik di Tanjungpinang. Kebutuhan ini terbilang mendesak untuk segera dilaksanakan tahun depan. Mengingat masih ada sejumlah ruas jalan utama di Tanjungpinang yang belum berpenerang dengan baik.
Lalu, Syahrul juga merencanakan akan membangun publik hotspot area internet publik untuk warga Tanjungpinang yang tersebar di beberapa titik. Soal lokasi pastinya masih dalam kajian. Kemudian mimpi Syahrul bahwa Tanjungpinang akan memiliki gedung Quran Centre juga sudah mulai digesa pada tahun depan.
Hal ini dengan lebih dahulu dimulai penyusunan rencana detil pembangunan (DED) gedung Quran Centre pada tahun depan. Untuk program ini, akan dialokasikan anggaran khusus.
Perkara insentif juga menjadi perhatian Syahrul. Ia telah memasukkan alokasi insentif untuk guru-guru mengaji di Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Tanjungpinang. Tidak hanya itu saja, imam-imam masji dan para penggali kubur juga akan mendapatkan insentif. Hanya saja jumlahnya belum dipaparkan secara rinci.
Kemudian, Syahrul juga memastikan pelaksanaan kegiatan wisuda santri tetap akan terselenggara tahun depan. Lalu juga ada alokasi santunan duka bagi warga yang meninggal dunia. “Kemudian kami juga akan mulai menyicil penyiapan rumah singgah dan sekaligus penyiapan sarana transportasi bagi warga Tanjungpinang yang akan berobat ke Batam,” pungkasnya. (aya)