batampos.co.id – Warga Tanjunguban dan sekitarnya diminta waspada. Saat ini berkeliaran seorang petugas gadungan mengklaim dari puskesmas yang memaksa korbannya membeli bubuk abate seharga Rp 100 ribu.

Kepala Puskesmas Teluk Sasah dr Kurniawan mengimbau masyarakat waspada bila disambangi petugas yang mengaku dapat tugas dari puskesmas untuk membagi -bagikan bubuk abate.
“Si pelaku datang ke rumah-rumah warga mengaku dapat tugas dari puskesmas untuk membagikan abate tapi harus bayar,” kata Kurniawan.
Dari keterangan warga kepada dirinya, petugas puskesmas gadungan ini memaksa warga untuk membeli bubuk abate dengan alasan saat ini memasuki musim penghujan sehingga jentik nyamuk DBD cepat berkembang.
“Sayangnya masih ada warga yang tertipu, mungkin karena ditakut-takuti juga,” kata dia.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menolaknya bila didatangi petugas yang mengaku dapat tugas dari puskesmas dengan menawarkan bubuk abate namun harus membeli. Warga juga diimbau mengambil foto pelaku yang mengaku petugas puskesmas itu.
“Kami (dari puskesmas) tidak ada kegiatan membagi-bagikan abate dengan meminta bayaran,” tegas dia mengakhiri.
Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bintan dr Yosei Susanti menegaskan pihaknya tidak ada kegiatan membagi-bagikan abate dengan meminta bayaran.
Abate selama ini diberikan gratis ke masyarakat. “Itu pasti bukan petugas dari kami. Kami tidak menjual abate, karena abate dibagikan gratis,” kata dia.

Dia juga akan segera menyampaikan masalah ini ke puskesmas untuk menindaklanjuti. Selama ini pembagian abate dilakukan petugas puskesmas. (met)