Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul.

batampos.co.id – Catatan baik dibuat pemerintah kota Tanjungpinang. Melalui kerja intensif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), diketahui bahwa sepanjang tahun 2018 atau selama sembilan bulan kerja mengendalikan inflasi, angkanya konsisten di bawah angka inflasi nasional.

Pada bulan Oktober ini, Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar -0,13 persen pada bulan kemarin sedangkan Batam mengalami deflasi sebesar -0,09 dan Nasional sebesar -0,18 berdasarkan data yang di paparkan oleh BPS Kota Tanjungpinang dalam Rapat Rutin Bulanan TPID Kota Tanjungpinang di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (18/10) kemarin.
Meskipun begitu menurut data dari BPS, perkembangan inflasi tahun kalender di Kota Tanjungpinang masih amat stabil dengan rata-rata inflasi sebesar 0,18 persen per bulan.
BPS juga menjelaskan beberapa faktor pendorong terjadinya inflasi pada bulan Oktober 2018 seperti curah hujan dan gelombang tinggi dapat memicu kelangkaan ikan segar serta menghambat jalur distribusi bahan makanan seperti cabai merah yang pola historisnya menunjukkan peningkatan inflasi sampai akhir tahun, serta dapat juga berdampak pada produksi sayuran.
Potensi kenaikan harga cabai merah karena penurunan pasokan seiring berakhirnya masa panen dimana berdasarkan pola historis inflasi
komoditas menunjukkan tren meningkat pada September hingga akhir tahun serta mulai meningkatnya harga cabai merah di salah satu sentra pemasok Kepri yaitu Sumatera Barat.
Wacana kenaikan tarif batas bawah angkutan udara oleh pemerintah yang dapat memicu inflasi angkutan udara dannilai tukar rupiah yang tertekan karena kondisi eksternal berpotensi memicu imported inflation.
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul meminta timnya tidak lekas berpuas. Inflasi, kata dia, harus tetap dikendalikan. “Jika inflasi terlalu
tinggi maka daya beli masyarakat akan turun begitu pula sebaliknya jika terlalu rendah maka pedagang akan rugi, oleh karena itu inflasi
ini harus tetap dijaga,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kunci dari kenaikan harga untuk Kota Tanjungpinang hanya pada stok. “Jika stoknya cukup maka harga di pasaran tidak akan ada gejolak,” tegas Syahrul.
Oleh karena itu, Syahrul meminta untuk rapat selanjutnya agar dapat mengundang para distributor untuk melihat kondisi stok bahan pokok yang ada pada distributor. “Agar kita bisa mendapat masukan yang lebih komplet,” pungkas Syahrul. (aya)