Mantan Pengawas PDAM Tirta Kepri, H. Yudi Carsana, SE.MM. F.Istimewa

batampos.co.id – Mantan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Yudi Carsana meminta Pemprov Kepri untuk segera mengisi kekosongan Direksi PDAM Tirta Kepri. Karena sudah hampir setahun kosong sejak berakhirnya jabatan Abdul Kholik sebagai Direktur PDAM pada awal tahun lalu.

“Kekosongan di jajaran Direksi PDAM jangan dibiarkan berlarut. Karena PDAM punya tanggungjawab besar terhadap pelayanan kepada masyarakat,” ujar Yudi Carsana menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (21/10) di Tanjungpinang.
Pria yang melepaskan jabatan pengawas PDAM, karena menjadi salah satu calon legislatif (Caleg) DPRD Kepri dapil Bintan-Lingga tersebut menegaskan, banyak pekerjaan besar yang menunggu direksi yang baru nanti. Baik itu peningkatan pelayanan dan sebagainnya. Apalagi ada ribuan daftar tunggu yang ingin mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM.
“Proses seleksi tentunya menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri. Terlepas daripada itu, kami mengharapkan Pak Gubernur independen. Artinya tidak menjadi jabatan Direksi PDAM sebagai kepentingan politik,” tegas Yudi Carsana.
Mantan Legislator DPRD Kepri tersebut menyebutkan, persoalan yang perlu dituntaskan adalah seperti peremajaan jaringan. Karena jaringan yang tersedia saat ini, banyak mengalami kebocoran. Banyaknya air yang terbuang, menjadi sorotan tajam Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian adalah revitalisasi Waduk Sei Pulai yang harus digesa.
“Tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri saat ini adalah 40 persen. Artinya hanya 60 persen manfaat yang diterima masyarakat. BPK memberikan catatan, angka kebocoran harus ditekan sampai 20 persen,” tutup politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan terkait rencana seleksi Direksi PDAM Tirta Kepri sedang digodok oleh Biro Perekonomian, Pemprov Kepri. Menurut Arif, pencarian direksi yang baru akan dilakukan pada akhir tahun 2018 ini.
“Sudah dilaporkan oleh Biro Perekonomian. Apabila tidak ada halangan, pendaftaran akan segera dibuka. Karena ditargetkan terlaksana pada tahun ini juga,” ujar Sekda Arif, Jumat (19/10) lalu di Tanjungpinang.
Seperti diketahui, saat ini ada 7.268 rumah tangga, kantor dan ruko di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang yang masuk daftar tunggu untuk mendapatkan pelayanan PDAM. Selain itu, PDAM Tirta Kepri juga sedang mengajukan penyesuaian tarif air dari Rp2.600 peremter kubik menjadi Rp4.200 permeter kubik.(jpg)