ilutrasi

batampos.co.id – Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta barang bukti, Satreskrim Polres Tanjungpinang akhirnya menetapkan oknum dokter, YS, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap seorang bidan berinisial DD. Namun, belum diketahui sebab dan motif dokter kandungan itu melakukan penganiayaan.

”Iya, sudah tersangka. Lebih jelasnya langsung ke Reskrim,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/10).

Berdasarkan keterangan hasil visum korban, ada 56 bekas suntikan di tubuh korban. Sedangkan berdasar keterangan pemeriksaan alat kelamin kor-ban dinyatakan normal namun ada robek arah jam 4, 6, 8, yang disebut luka lama. Luka lecet tidak ada, merah tidak ada, dan tidak ditemukan sperma pada alat kelamin korban.

Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan, perbuatan tersangka dapat dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara dua tahun.

”Kamis lalu, pelaku sudah diperiksa, setelah gelar perkara ditetapkan tersangka,” katanya.
Tersangka, kata Dwihatmoko, tidak ditahan dengan alasan kooperatif dan berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti. Selain itu, tersangka juga berjanji tidak akan melarikan diri serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum. ”Tersangka juga memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan Pemprov Kepri tidak akan melakukan intervensi terkait ditetapkannya YS menjadi tersangka, meski YS merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri. Saat ini, yang bersangkutan sudah beberapa hari tidak bertugas.

”Kami sudah berupaya untuk melakukan klarifikasi dengan mendatangi langsung ke RSUP Kepri. Kenyataan dia (YS, red) sedang tidak di tempat,” ujar Tjetjep Yudiana menjawab pertanyaan Batam Pos, tadi dalam.

Menurut Tjetjep, secara pri-badi ia juga sudah berusaha melakukan kontak langsung. Tetapi, sambungan pribadi YS tidak bisa dihubungi. Disebutkan Tjetjep, YS merupakan dokter aktif dan juga seorang ASN di lingkungan Pemprov Kepri.

”Yang bersangkutan baru sebulan merampungkan pendidikan dokter spesialis. Dan ditugaskan di RSUP Ahmad Tabib, Tanjungpinang,” tegas Tjetjep.

Masih kata Tjetjep, pihaknya akan menghormati keputusan hukum. Meski demikian, apabila YS ingin mendapatkan bantuan hukum, pihaknya akan tetap berusaha memberikan. Ia berharap, YS tetap kooperatif atas proses hukum yang terjadi terhadapnya.

”Sekarang ini kita masih menggunakan asas praduga tidak bersalah. Karena bersalah atau tidaknya adalah pengadilan yang akan memutuskan,” tutup Tjetjep.

Sebelumnya diberitakan, bidan DD melaporkan oknum dokter berinisial YS karena diduga melakukan pengania-yaan terhadapnya. Akibatnya, terdapat 56 bekas suntikan pada tubuh korban. Belum diketahui jenis cairan yang disuntikkan oknum dokter kepada korban.

Selain itu, setelah mendapatkan suntikan, keesokan ha-rinya, kaki korban bengkak dan sempat berjalan menggunakan tongkat. Korban juga sempat mengalami trauma his-teris akibat kejadian yang menimpanya. (odi)