ilustrasi

batampos.co.id – Alasan dan motif oknum dokter berinisial YS menyuntik berkali-kali bidan berinisial DD karena tersangka merasa panik. YS juga beralibi, penyuntikan vitamin yang dilakukannya karena merasa ketakutan dan menduga korban telah tewas akibat suntikan pertama yang diberikannya.

Awalnya, tersangka meng-hubungi korban agar datang ke rumahnya untuk melakukan perawatan terhadap dirinya. Tersangka meminta korban untuk membantunya memberikan dan memasang infus, sebab tersangka beralasan tidak bisa tidur. Korban pun menuruti keinginan tersangka. Tiba di rumah tersangka, korban tidak mendapati alat infus.



Malah sebaliknya, tersangka yang menawarkan korban untuk diberi suntikan vitamin. Korban pun setuju dan mengiyakannya. Sesaat setelah suntikan pertama, korban langsung tak sadarkan diri. Merasa panik, tersangka lalu kembali memberikan suntikan hingga berkali-kali.

Tersangka saat itu merasa ketakutan karena menduga korban meninggal akibat suntikan pertama. Oleh sebab itu, tersangka kembali menyuntikkan vitamin pada tubuh korban yang tidak sadarkan diri, hingga 56 kali suntikan.

Singkat cerita, korban lalu sadar dan langsung menghubungi pacarnya untuk menjemputnya di rumah tersangka. Keesokan harinya, kaki korban bengkak dan tidak bisa berjalan serta mengalami trauma histeris. Beberapa hari kemudian, pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

”Dari hasil visum, tidak terbukti adanya pencabulan yang dilakukan tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, Selasa (23/10).

Berdasarkan penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta barang bukti, Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan YS sebagai tersangka karena diduga melakukan penganiayaan.

”SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah dikirim ke jaksa,” kata Dwihatmoko.(odi)

Loading...