ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang memanggil ahli medis terkait kasus penganiayaan yang dilakukan dokter YS terhadap bidan DD. Pemanggilan tersebut guna menindak-lanjuti penyuntikan cairan obat-obatan yang diberikan dokter YS kepada bidan DD.

”Surat panggilan sudah dikirim,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, Kamis (25/10/2018).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Batam Pos, disebutkan cairan yang disuntikkan ke tubuh korban adalah Vitamin C merek Rodotex. Setelah korban tak sadarkan diri, dokter YS lalu menusukkan abocath (jarum infus) ke tubuh korban sebanyak lebih dari 30 tusukan.

Selanjutnya, dokter YS memasukkan cairan midazolam ke tubuh korban.

Ditanya terkait cairan mida-zolam yang digunakan dokter YS saat menyuntik korban, Dwihatmoko belum bisa memastikan apakah benar cairan tersebut yang dimasukkan ke tubuh korban.

”Belum bisa dipastikan, masih nunggu keterangan ahli,” katanya.

Menurut laman www.alodokter.com/midazolam dipaparkan, midazolam adalah obat golongan benzodiazepine yang diberikan sebelum ope-rasi, untuk mengatasi rasa cemas, membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks, serta menimbulkan rasa kantuk dan tidak sadarkan diri. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat kerja otak dan sistem saraf. Biasanya mida-zolam digunakan sebagai obat bius atau anestesi.

Pantauan Batam Pos di Mapolres Tanjungpinang, tampak dua ahli yang dipanggil yakni dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Abdul Basid Baki, SpOG, serta dokter spesialis anestesi, dr Erik Efendi, SpAn. Mereka keluar dari ruangan Satreskrim sekitar pukul 17.00 WIB. Sayangnya, Basid tak mau mengungkap pemeriksaan tersebut.

”Nanti ya,” ujarnya singkat.

Kasus ini bermula ketika bidan DD melaporkan oknum dokter berinisial YS karena diduga melakukan pengania-yaan terhadapnya.

Diceritakan, DD diminta membantu YS untuk memasangkan infus di rumah dokter kandungan tersebut di Batu 8 Atas, Perum Pinang Mas Residence Kota Tanjungpinang pada 10 Oktober lalu.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, bidan tersebut mendapat 56 suntikan di tubuhnya. Selain itu, kaki korban bengkak.

Sementara Dokter YS kini menyandang status tersangka. Ia yang merupakan Apartur Sipil Negara (ASN) di RSUD Ahmad Tabib, Tanjungpinang dibebaskantugaskan untuk sementara waktu. (odi)

Loading...