Tersangka dr YS
foto: batampos.co.id / yusnadi

batampos.co.id – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang terus melakukan penyidikan kasus penganiayaan yang menimpa bidan DD yang dilakukan oleh tersangka, dokter YS. Penyidik juga masih menelusuri fakta-fakta baru terkait penyuntikan cairan obat-obatan yang diberikan tersangka ke korban. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat, penyidik juga akan melakukan tes kejiwaan terhadap tersangka.

”Dalam proses penyidikan nantinya akan sampai ke arah sana (tes kejiwaan, red),” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi di Mapolres Tanjungpinang.

Disinggung terkait tidak dita-hannya tersangka, Ucok menjelaskan, hal tersebut adalah kewena-ngan dan pertimbangan penyidik.

Tersangka, lanjut Ucok, berlaku kooperatif, dan berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan melarikan diri. Tersangka juga telah berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum selama proses hukum berjalan.

”Tersangka juga siap memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa,” katanya.

Sebelumnya, tersangka penganiayaan, dokter YS SpOG didampingi penasihat hukumnya menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Tanjungpinang, Sabtu (27/10) selama enam jam. Sementara, korban penganiayaan yakni bidan DD didampingi keluarganya, juga menjalani peme-riksaan lanjutan di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Kasus ini bermula ketika bidan DD melaporkan oknum dokter berinisial YS karena diduga melakukan penganiayaan terhadapnya. Diceritakan, DD dimin-ta membantu YS untuk memasangkan infus di rumah dokter kandungan tersebut di Batu 8 Atas, Perumahan Pinang Mas Residence, Kota Tanjungpinang pada 10 Oktober lalu.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, bidan tersebut mendapat suntikan berkali-kali di tubuhnya. Akibatnya, terdapat 56 bekas suntikan pada tubuh korban. Selain itu, kaki korban bengkak dan sempat berjalan menggunakan tongkat. Sementara Dokter YS kini menyandang status tersangka. Ia yang berstatus sebagai Apartur Sipil Negara (ASN) di RSUD Ahmad Tabib, Tanjungpinang dibebaskan tugaskan untuk sementara waktu.(odi)

Loading...