Tersangka dr YS
foto: batampos.co.id / yusnadi

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang dilakukan dr Ys Saputra terhadap bidan DD alias W.

”SPDP-nya sudah masuk. Jaksanya Leo, Ramdhani, dan Amriansyah,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tanjungpinang, Ricardo Marpaung, di Kantor Kejari Tanjungpinang, Kamis (1/11/2018).



Pasal yang disangkakan terhadap oknum dokter adalah pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Disinggung mengenai kemungkinan adanya perubahan ataupun penambahan pasal yang disangkakan, Ricardo mengatakan hal tersebut masih kewenangan penyidik kepolisian.

”Mengenai perubahan pasal, langsung tanya ke penyidik Reskrim,” katanya.

Terkait penyidikan kasus tersebut, Ricardo enggan memberikan keterangan lebih lanjut, sebab berkas perkara belum dikirim penyidik ke Kejari Tanjungpinang.

”Berkasnya masih di kepolisian, kami belum bisa berkomentar,” katanya.

Kasus ini bermula ketika bidan DD melaporkan oknum dokter YS karena diduga melakukan penganiayaan terhadapnya. Diceritakan, DD diminta membantu YS untuk memasangkan infus di rumah dokter kandungan tersebut di Batu 8 Atas, Perum Pinang Mas Residence, Kota Tanjungpinang pada 10 Oktober lalu.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, bidan tersebut mendapat suntikan berkali-kali di tubuhnya. Akibatnya, terdapat 56 bekas suntikan pada tubuh korban. Sementara dr Yusrizal kini menyandang status tersangka. Ia yang berstatus sebagai Apartur Sipil Negara (ASN) di RSUD Ahmad Tabib, Tanjungpinang dibebaskan tugaskan untuk sementara waktu. (odi)

Loading...