ilustrasi

batampos.co.id – Kasatresnarkoba Polres Bintan AKP Joko Purnawanto membenarkan seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakat (Lapas) khusus narkotika Kelas IIA Tanjungpinang di Kilometer 18 Tirta Madu, inisial RPS alias RJ mengendalikan narkotika jenis sabu dari balik lapas menggunakan handphone. RPS alias RJ disebut telah bekerjasama dengan istrinya MA alias
Ml.

Selain istrinya RPS, polisi juga mengamankan sejumlah pelaku lainnya.

Kasus ini terungkap saat polisi menerima informasi akan adanya transaksi narkotika jenis sabu di rumah tersangka inisial EES alias Ek di samping Kantor Kelurahan Tanjunguban Kota, Rabu (31/10/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi itu, polisi mengeledah rumah Ek dan menemukan 1 alat isap bong.

Di handphonenya polisi menemukan pesan singkat bahwa Ek memesan sabu ke tersangka lainnya inisial Mw.

Tidak lama, datang tersangka lainnya RBP alias RY ke kediaman tersangka Ek. RY dan Ek memang sudah berjanji akan membeli sabu dari tersangka Mw.

Kemudian sekitar pukul 16.40 WIB, datang seorang laki laki berinisial JF alias JEF ke kediaman tersangka Ek mengantarkan 1 paket kecil sabu pesanan Ek dan RY.

“Ternyata si kurir inisial JF ini disuruh mengantarkan pesanan sabu dari tersangka Mw ke tersangka Ek dan RY,” kata Joko.

Dari pengembangan itu, polisi menangkap tersangka Mw di rumah kosnya di Tanjunguban. Saat digeledah ditemukan uang tunai sebesar Rp 700 ribu serta 1 set alat isap sabu.

“Ternyata dari handphone milik Mw, dia memesan sabu dari napi inisial RPS yang ditahan di Lapas. Hanya sabu itu didapat melalui perantara istrinya RPS, si Ml,” kata dia.

Polisi langsung bergerak cepat ke kediaman Ml di Kampung Jeruk Tanjunguban.

Dari penangkapan itu, didapati serbuk putih yang diduga sabu sebanyak 5 paket sedang siap edar dan 5 paket kecil sabu.

“Istri si napi ini mengaku sabu tersebut diambil dari Tanjungpinang atas perintah suaminya di dalam Lapas,” kata dia.

Selain itu, anggota kepolisian juga menemukan bukti akan dilakukan transaksi narkoba melalui handphone milik JEF di Halte Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Saat anggota datangi, ada tersangka lainnya inisial Wa dan An akan melakukan transaksi dan ditemukan barang bukti 2 paket kecil,” kata dia.

Selanjutnya barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Bintan.

“Saat ini 7 orang diamankan namun Ek dan RY diserahkan ke BNNP untuk direhabilitasi. Sedangkan lainnya diamankan untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

Sementara Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Misbahudin saat dihubungi siang kemarin membenarkan ada napi inisial RPS. Setelah menerima informasi dari Kepolisian, pihaknya langsung mengeledah kamar napi dimaksud namun tidak ditemukan handphone.

“Kami rutin razia termasuk merazia handphone, seminggu tiga kali bahkan ada yang mendadak,” kata dia.

Dia membantah jika disebut napi mengendalikan sabu dari balik penjara karena tak ditemukan handphone.

Kendati demikian ia mengaku, beberapa hari lalu istrinya si RPJ menjenguk suaminya. Namun pemeriksaan sebelum kunjungan dilakukan dengan super ketat dan tidak ditemukan handphone.

Saat ini dia juga lagi menyelidiki kasus ini apakah ada kaitannya dengan ditemukan sabu di balik lapas baru-baru ini.

“Jadi sabu itu diduga dilempar oleh orang yang diduga mantan napi di sini. Jadi tak benar kalau di dalam kendalikan narkoba, justru sabu dari luar,” kata dia.

Terkait ditemukannya sabu di dekat pagar lapas, ia meminta kepala keamananya untuk melaporkan ke pihak kepolisian. Sementara jika ada anggota Lapas yang terlibat (narkoba), dia siap menindak tegas.

“Kami tindak tegas,” kata dia. (met)