Bus pariwisata saat antre di SPBU Kilometer 16 Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya, Rabu (10/10/2018). F slamet nofasusanto / batam pos.

batampos.co.id – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menantang Dinas Parawisata (Dispar) Provinsi Kepri mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 3,4 juta kunjungan. Namun tantangan tersebut ditolak, Dispar Kepri menyanggupi hanya 2,1 juta wisman hingga 2,5 juta wisman.

Kepala Dispar Kepri Buralimar mengungkapkan tantangan Kemenpar tersebut didasari lokasi Batam yang strategis yakni menjadi salah satu pintu masuk warga negara lain ke Indonesia. Menurut Kemenpar, Batam tanpa promosi sekalipun orang akan datang jika merujuk pada keadaan geografis ini.

“Katanya tanpa promosi pun orang akan datang, saya kurang setuju dengan ini, tetap saja butuh promosi,” kata dia saat FGD Pariwisata di Gedung Bank Indonesia Kepri, Selasa (7/11).

Untuk 2018, data kunjungan wisman di Kepri hingga September lalu mencapai 1,8 juta jiwa dari target tahun ini sebanyak 2,4 juta jiwa. Ia meyakini hingga akhir tahun target ini tercapai.

Buralimar mengaku, agenda wisata di Kepri sejatinya masih mendatangkan wisman yang notabenanya merupakan peserta dari kegiatan itu sendiri, sementara wisman yang datang untuk menikmati agenda tersebut masih sedikit.

“Seperti kemarin di KSM, wismannya yang aktif (kegiatan). Yang kita harap, penontonnya,” ucap dia.

Kedepan, pihaknya merencanakan agenda wisata yang dapat mendatangkan penonton, dengan cara mnggelar konser yang menghadirkan artis dari negara lain, seperti Singapura. “Mudah-mudahan disukai orang Singapura,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Ekaputra mendorong pemerintah membangun Tourism Information Center (TIC) di wilayah Nongsa. Penyediaan ITC tersebut dapat dilakukan oleh BP Batam selaku pemilik lahan dan pemerintah daerah.

“TIC perlu, tanpa ini informasi tentang pariwisata terbatas,” imbuh dia.

Tidak hanya sebagai sumber informasi, Gusti menyarankan tempat tersebut jadi pusat cinderamata khas Batam dengan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Jadi wisatawan bisa sekalian belanja,” tambahnya.

Ia mengaku, pariwisata merupakan andalan baru ekonomi. Lagipula kini pemerintah sedang semangat membangun sektor ini.

“Pariwisata penting, karena pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga, mengalami pelambatan, menjadi 3,74,” imbuhnya. (iza)