Gubernur Kepri Nurdin Basirun

batampos.co.id – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko segera mengirim tim ke Kepri. Tim ini dikirim untuk mengecek sejumlah proyek yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Tanjungpinang.

“Beliau akan menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek sekaligus menyesuaikan jadwal kegiatan Presiden ke Kepri. Karena masih padatnya jadwal presiden,” kata Gubernur H Nurdin Basirun usai menemui Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (7/11).

Nurdin diundang ke Jakarta guna membahas rencana peresmian sejumlah proyek strategis di Kepri yang akan diresmikan Presiden Jokowi. Kesempatan itu dimanfaatkan Nurdin dengan mem-follow up sejumlah kegiatan lain terkait pembangunan di Kepri.

Dalam perbincangan lebih satu jam itu, banyak hal dibicarakan terkait pembangunan dan kemajuan Kepri. Pembicaraan tampak penuh keakraban. Baik Moeldoko maupun Nurdin, sesekali tampak melepas senyum puas melihat tentatif kegiatan untuk kemajuan Kepri.

Selain Tim KSP, Kemenko Perekonomian juga mengirim tim teknisnya. Tim tersebut sudah berada di Tanjungpinang pada Minggu (11/11) ini. Peninjauan ke lapangan dan pembahasan direncanakan akan dilakukan pada Senin (12/11).

Dalam sepekan ini, Nurdin memang intensif ke Jakarta menemui Menteri dan pejabat terkait. Semuanya itu guna mempercepat pembangunan di Kepri. Di antara yang dikoordinasinya adalah sejumlah proyek strategis yang terus menampakkan progres kemajuan. Serta ground breaking pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Pekan lalu, Nurdin menemui sejumlah menteri. Menteri pertama yang ditemui Nurdin adalah Siti Nurbaya. Kepada Menteri Kehutanan, Nurdin memgkoordinasikan permasalahan hutan di Pulau Asam. Karena pulau ini terus dalam progres menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Saat menemui Menko Perekonomian Darmin Nasution, Nurdin juga mengkomunikasikan perkembangan sejumlah usulan KEK di Kepri. Di antaranya Rempang Galang, juga beberapa pulau yang dikelola menjadi daerah wisata.

Jumat ini (9/11) Nurdin kembali diundangan Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk melakukan pembicaraan banyak hal.(bni/adv)