Tersangka dr YS
foto: batampos.co.id / yusnadi

batampos.co.id – Kasus dugaan penganiayaan atau penyuntikan obat-obatan yang dilakukan dokter Yusrizal Saputra terhadap bidan DD masih terus berlanjut. Tersangka sendiri sudah mengikuti rekonstruksi yang digelar penyidik kepolisian di tempat kejadian.

“Kami masih menunggu keterangan ahli medis dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) pusat,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, seiring berjalannya penyidikan, pihak keluarga tersangka meyakini dokter spesialis kandungan itu tidak bersalah dan bertindak sesuai prosedur kedokteran. Pihak keluarga juga tengah melakukan upaya mediasi dengan pihak korban.

“Tapi kami tetap menghormati proses hukum yang berjalan,” kata Jusman, orang tua dokter Yusrizal, Minggu (11/11).

Pihak keluarga secara tulus mendoakan pemulihan total dan kesembuhan bidan DD baik secara fisik maupun psikologis. Pihak keluarga mengupayakan jalan damai demi meluruskan kesalahpahaman dan perbedaan persepsi yang mungkin muncul antara dokter Yusrizal dan korban.

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut Jusman, merupakan peringatan bagi tenaga medis untuk berhati-hati dalam menangani pasien meskipun dalam kondisi darurat sekalipun.

“Tidak ada niat jahat sedikitpun yang terbesit dalam pikiran dokter Yusrizal, saat itu dia sedang drop,” terang Jusman.

Menurut istri tersangka, Mumtazah Noor Ashila, suntikan yang dilakukan tersangka adalah percobaan pencarian jalur pembuluh darah vena untuk pemasangan infus menggunakan abocath (jarum infus).

Suntikan berkali-kali tersebut, dilakukan sebab sulitnya menemukan jalur pembuluh darah vena pada tubuh korban. Hal tersebut untuk melakukan pertolongan pertama pada korban yang hampir tidak sadarkan diri setelah mendapat suntikan vitamin C.

“Ini upaya penyelamatan,” kata calon dokter ini. (odi)