MV. Lintas Kepri

batampos.co.id – Direktur Operasional Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Kepri, Rio Onasis mengatakan keberadaan kapal cepat Mv. Lintas Kepri sejauh ini memberikan kontribusi terbesar bagi PT. Pelabuhan Kepri. Menurut Rio, dalam satu bulan target minimal yang ditetapkan adalah sebesar Rp120 juta rupiah.

“Tetapi dalam tiga bulan kemarin terjadi peningkatan yang signifikan. Karena kita membukukan pendapatan hampir Rp600 juta. Jika tingkatan pendapatan stabil, kita bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp2 miliar setahun,” ujar Rio Onasis menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut Rio, saat ini pendapatan dari sektor kerjasama operasional Mv. Lintas Kepri memang menjadi sumber utama bagi menjaga eksistensi PT. Pelabuhan Kepri kedepan. Karena belum lama ini, PT. Pelabuhan Kepri sudah kehilangan income, lantara berhentinya operasional Pembakit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Dompak, Tanjungpinang.

“Kami akan terus memperketat pengawasan dalam operasional Mv. Lintas Kepri. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran,” tegas Rio.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan, DPRD melihat sejauh ini, belum ada kontribusi besar yang diberikan BUP Kepri untuk Provinsi Kepri. Menurutnya, jika pendapatan usaha  yang dikelola tidak lagi menggerus modal untuk menutupi operasional tentu sedikit lebih baik.

“Memang kiprah BUP belum maksimal. Karena terhambat oleh regulasi. Seperti belum dapatnya Kepri untuk mengelola ruang laut dalam 12 mil sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Meskipun demikian, Surya berharap BUP PT. Pelabuhan Kepri harus lebih kreatif dalam menggali peluang-peluang kerjsama. Artinya tidak terpaku dengan sumber yang sudah ada. Ditegaskannya, keberadaan PT. Pelabuhan Kepri diharapkan menjadi salah satu tulang punggung Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“Tidak perlu menunggu yang besar, peluang sekecil apapun harus dimanfaatkan. Yang penting tidak bertentangan dengan regulasi yang ada,” jelas Suryma Makmur.

Seperti diketahui, Mv. Lintas Kepri senilai Rp 25,9 miliar telah selesai dikerjaan PT. Palindo Batam selaku kontraktor sejak Desember 2015 lalu. Kapal kelas Very Important Person (VIP) tersebut dibuat berbahan almunium yang dikerjakan secara teliti dan diawasi oleh PT. Mulia Artalokasi (MA) selaku Manajemen Konstruksi (MK). Adapun kapasitas kapal mirip MV. Oceana itu adalah 158 penumpang dengan panjang 35,60 meter. Sedangkan lebarnya adalah 5,60 meter dengan berat 129 gross ton (GT). (jpg)