Dede (kiri) dan Rasyid (tengah) menunjukkan lokasi jatuhnya seriphan es di Kampung Mantrush Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya, Kamis (6/12) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

 

batampos.co.id – Warga yang berada di Kampung Mantrush Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan dihebohkan adanya bongkahan es yang jatuh dari langit, Rabu (5/12) sore.

Akibat bongkahan es ini membuat atap rumah warga bernama Rasyid berlubang dengan diameter lebih kurang 50 centimeter.

“Untung tidak menimpa di dalam rumah. Es ini jatuhnya mengenai atap rumah yang di luar,” kata Rasyid saat ditemui, Kamis (6/12) siang.

Lelaki yang bekerja sebagai peternak ayam ini tidak tahu persis kejadiannya. “Adik saya yang tahu dan mereka yang merekamnya,” kata dia.

Dedi Ahadi, 54, adik kandung dari Rasyid yang rumahnya berseberangan dengan rumah Rasyid menuturkan, saat itu istri dan orangtuanya berada dalam rumah. Saat hujan reda, tiba-tiba terdengar suara keras dari luar rumah.

“Kayak bom meledak. Jatuhnya tepat di atap rumah abang saya. Pas kami melihat sudah menjadi serpihan es,” kata dia.

Serpihan es yang jatuh dari langit itu berwarna merah seperti darah dan berbau amis. Tidak lama serpihan es mencair.

Sugino, 26, saksi mata yang tak bukan tetangga Rasyid  melihat langsung kejadian itu. Dia menuturkan saat itu dia sedang bekerja dengan kawannya.

Saat hujan reda, dia pulang ke rumah. Tiba-tiba ada bayangan hitam jatuh di atap rumah tetangganya.

“Pas jatuh, saya cari di mana jatuhnya,” kata dia.

Saat melihat benda yang jatuh itu, dia mengaku kaget. Sebab ia melihat benda yang jatuh sebesar helm atau buah kelapa namun sudah menjadi serpihan.

“Baunya amis, pas dipegang rasanya dingin melebihi dari es di dalam kulkas,” kata dia.

Saat dibiarkan, tak lama serpihan es mencair. “Kami sempat merekamnya,” kata dia. Sementara Kepala BMKG Tanjungpinang, Dhira Utama menyampaikan, hujan es atau hail terbentuk dari awan Cb culumunombus, awan yang menyebabkan hujan.

Dijelaskannya, proses kondensasi atau pengembunan bisa jatuh ke bumi dengan berbentuk kecil seperti air hujan. Bila cuaca sangat dingin bisa berbentuk hujan es yang berukuran 5 milimeter.

“Ini termasuk fenomena ekstrim. Di musim pengujan, fenomena hujan lebat disertai petir, gelombang tinggi dan hujan es bisa saja terjadi,” kata dia.

Dhira juga mengatakan, potensi hujan esktrim di darat bisa seperti angin puting beliung, angin lebat dan angin kencang, hujan lebat disertai angin kencang dan petir, hujan es, jarak pandang dan suhu udara ekstrim.

Sedangkan cuaca ekstrim di laut katanya, bisa seperti siklon tropis, angin kencang, gelombang laut ekstrim, gelombang pasang, hujan lebat, jarak pandang ekstrim, dan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan raya dan angkutan transportasi laut dan nelayan untuk mewaspadai potensi-potensi cuaca ekstrim.(met)