Menteri Besar Sarawak Malaysia, Datuk Patinggi AR Zohari (tengah) saat berkunjung ke salah satu resort yang ada di Bintan. F.Dispar Bintan untuk Batam Pos

 

batampos.co.id – Menteri Besar (Chief Minister) Negara Bagian Sawarak yang berkedudukan di Kuching, Datuk Patinggi AR Zohari, dan rombongan terbang langsung dari Kuching ke Bintan via Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang (30/11) lalu. Agendanya, untuk memelajari pariwisata Kabupaten Bintan, yang sepanjang 2018 berkembang semakin pesat.

Khususnya, untuk mempelajari kiat keberhasilan Kepri, dan Bintan bisa menarik kedatangan turis asal Tiongkok secara massive. Massive-nya kedatangan turis Tiongkok itu dinilai memberikan dampak ekonomi daerah secara multiplier effect.

“Perubahan yang signifikan itulah yang dilihat, dan menarik perhatian Menteri Besar Sarawak, Malaysia Timur. Dan, datang langsung untuk memelajarinya,” kata Hasan, Sekretaris Dinas Pariwisata Bintan menjawab Batam Pos, Kamis (6/12).

Tak hanya dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang, Sarawak, ternyata juga memerhatikan negara asal wisman yang datang ke Bintan. Dalam kunjungan ini, Datuk Patinggi AR Zohari didampingi Kepala Sarawak Economic Development Corporation, Tan Sri Datuk Amar (DR) dan sejumlah pejabat teras Negara Bagian Sarawak.

Hingga September 2018, jumlah turis yang berkunjung ke Bintan sekitar 347 ribu orang, dan diprediksi akan tembus 500 ribu orang di akhir Desember 2018. Jauh di atas target dari Kementerian Pariwisata yang menargetkan jumlah kunjungan wisman ke Bintan sekitar 400 ribu orang.

Untuk negara asal wisman, Singapura memang masih menduduki peringkat pertama, akan tetapi di urutan kedua ada perubahan yang signifikan. Yang sebelum tahun 2017 masih diduduki wisman asal Jepang dan Korea.

Namun, sejak 2018 digeser oleh wisman asal Tiongkok. Di samping jumlah kunjungan, dan negara asal wisman, tren baru yang berkembang di sektor pariwisata Bintan, adalah masuknya investor asal Tiongkok.

Kepada Menteri Besar Negara Bagian Sarawak kata Hasan, dijelaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata merupakan salah satu visi penting Bupati Bintan. Untuk itu, segala yang terkait dengan pariwisata mendapatkan perhatian penuh. Mulai dari sarana pariwisata hingga segala kemudahan untuk investasi pariwisata.

Bukan hanya karena pariwisata menjadi sumber utama pendapatan asli daerah, tapi juga multiple effect-nya yang dirasakan hingga ke semua lapisan masyarakat. Semua kebijakan bupati itu selaras dengan kebijakan Kementerian Pariwisata yang gencar memromosikan pariwisata Bintan ke berbagai negara dan khususnya ke Tiongkok.

Tak cuma mendengar penjelasan dari Dispar Bintan, dan sejumlah pengusaha pariwisata Bintan, Menteri Besar Sarawak, Datuk Patinggi AR Zohari beserta rombongan juga berkunjung langsung ke sejumlah lokasi wisata. Seperti resort, sea sport centre, spa, restoran, toko, mangrove tour, museum Bahari, tambak udang dan lainnya yang selama ini menjadi objek kunjungan wisata turis Tiongkok.

Dari kunjungan itu ada kesan, bahwa Sarawak yang mempunyai sumber daya pariwisata yang hampir sama dengan Kepri bukan untuk berinvestasi ke Kepri dan Bintan. Namun, memelajari kesuksesan Kepri di bisnis pariwisata. Juga tidak tidak menutup kemungkinan untuk membajak investor Tiongkok yang berinvestasi di Kepri dan Bintan tersebut ke Sarawak.

“Kita tentu akan berusaha agar wisman dan investor pariwisata dari Tiongkok serta dari negara lainnya itu tidak berpindah ke Sarawak,” ujar Hasan.

Setelah studi banding dan beramah-tamah dengan Mr George Chen dari Link Hotel Singapura yang juga pengembang Cabana Resort di Km 46 Jalan Pantai Trikora Bintan, dan Mr Lian Zhiyi, investor Onbase Group, rombongan dari Sarawak terbang kembali ke Kuching, Malaysia Timur, Minggu (2/12). (cca)