Kepala KPPBC Tanjungpinang, Sodikin.F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Terbentuknya sinergi dan kerjasama antara Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cuka (KPPBC) Tanjungpinang dengan aparat penegak hukum lainnya, memberikan dampak yang positif untuk memberantas perdagangan ilegal. Selain itu juga memberikan kontribusi yang positif bagi penerimaan negara.

“Dengan adanya pemberantasan perdagangan ilegal, penerimaan negara lebih optimal dan dapat melindungi industri dalam negeri,” jelas Kepala KPPBC Tanjungpinang, Sodikin, kemarin.

Loading...

Adanya sinergitas penindakan pendagangan ilegal tersebut, kata Sodikin, secara nasional, penerimaan perpajakan mencapai 1.900 triliun. Sedangkan pendapatan KPPBC Tanjungpinang hingga November 2018 mencapai Rp2,1 Triliun. “Ada peningkatan sebesar 13 persen dibanding tahun 2017 lalu,” katanya.

Penerimaan sebesar Rp2,1 triliun itu terdiri atas realisasi pendapatan bea masuk, bea keluar, kemudian bea masuk dan pajak dalam rangka impor. “Target penerimaan senilai Rp2,48 triliun akan dapat terpenuhi menjelang akhir tahun,” paparnya.

Lebih lanjut Sodikin menjelaskan, selama periode Januari hingga Oktober 2018, pihaknya telah melakukan 101 kali penindakan. Barang bukti cukai yang berhasil ditindak yakni hasil tembakau sekitar 4 juta batang. Minuman alkohol (mikol) sebanyak 519 botol dan 931 kaleng.

“Selain itu ada penindakan lainnya di luar cukai berupa barang-barang impor elektronik, meja, kursi, dan kasur,” pungkasnya.(odi)

Loading...