Tim gabungan sidak ke pangkalan Seng Khong di Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kamis (13/12). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan dari Polres Bintan dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Pemkab Bintan melakukan sidak ke pangkalan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) menyusul kelangkaan gas elpiji 3 kg di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Penyidik PNS DKUPP Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan menyampaikan beberapa waktu lalu terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di Tanjunguban. Kabar yang beredar, pasokan tabung gas tersebut untuk Bintan diedarkan ke Karimun. Namun lelaki yang akrab disapa Iwan ini membantah kabar tersebut. Ia memastikan pasokan tabung gas elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Bintan aman.

Loading...

“Tidak ada pasokan gas elpiji 3 Kg yang dikurangi dari Pertamina. Bintan tetap 11 LO sehari, 5 sampai 6 LO khusus Tanjunguban sekitarnya, sisanya Kijang sekitarnya. Sedangkan Tanjungpinang 12 LO sehari,” jelasnya.

Karimun sendiri, katanya, sudah konversi minyak ke gas namun pasokannya berbeda sehingga tidak mengurangi pasokan gas elpiji 3 kg baik untuk Bintan dan untuk Tanjungpinang.

“Karimun sudah 20 LO dari tanggal 26 kemarin (November),” kata dia.

Iwan mensinyalir kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg karena banyak rumah makan yang masih menggunakan gas subsidi ini.

“Ada yang sampai membawa keranjang beli tabung gas 3 kg,” ungkapnya.

Dia mengharapkan agen bertindak tegas dengan melaporkan pangkalan yang bermain dengan menjual tabung gas 3 kg ke pengusaha rumah makan.

“Tolong laporkan ke kami nanti kami bekukan izinnya,” kata Iwan.

Sementara itu, saat sidak ke pangkalan Seng Khong di Kampung Kamboja, tim menemukan pelaku usaha rumah makan ternama di Tanjunguban yang masih menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg. Pelaku usaha itu membeli gas dengan membawa pikap.

Kanit Tipidter, Ipda Angga Riatma mengatakan pihaknya akan menyelidiki temuan kasus tersebut karena pelaku usaha tersebut mengaku membeli tabung gas 3 Kg untuk keperluan usaha rumah makan skala besar.

“Jangan sampai gas 3 Kg langka menjelang Natal,” kata dia.

Kepala DKUPP Kabupaten Bintan, Dian Nusa mengatakan, sejauh ini pihaknya menegur ke pangkalan agar menjual gas 3 Kg sesuai peruntukannya.

“Kalau masih ditemukan menjual ke pengusaha besar, nanti perizinannya dievaluasi,” pungkasnya. (met)

Loading...