batampos.co.id – Proses penyelidikan dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pembangunan Kepri terus berlanjut. Belakangan ini, Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri sudah menggali informasi dari Inspektorat Pemprov Kepri.

“Ya benar, Penyidik Kejati Kepri sudah menggali informasi terkait proses penyelidikan secara pulbaket yang sedang mereka lakukan,” ujar Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bakhtiar menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (13/12) di Tanjungpinang.

Loading...

Ditanya mengenai dugaan korupsi apa saja yang sedang disasar oleh Penyidik Kejati Kepri? Mengenai hal itu, Mirza mengatakan dilakukan secara menyeluruh. Artinya tidak pada poin-poin tertentu. Ditegaskan Mirza, apa yang pihaknya ketahui tentu akan diberikan penjelasan.

“Memang pada priode beberapa waktu lalu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah memberikan catatan kepada masing-masing BUMD Kepri,” papar Mirza.

Menurut Mirza, pihaknya sebagai auditor internal Pemprov Kepri sudah melakukan pekerjaan. Bahkan catatan yang diberikan BPK, juga sudah diteruskan ke masing-masing instasi terkait. Ditegaskan Mirza, ketiga persoalan tersebut tidak dibereskan dalam waktu tertentu, maka ada konsekuensinya.

“Kita tidak akan melakukan intervensi apapun dalam persoalan. Karena sudah menjadi kewenangan penegak hukum untuk bertindak,” tegas Mirza.

Belum lama ini, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Feritas mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan korupsi ditubuh PT. Pembangunan Kepri. Menurut Feritas, sedikitnya ada 12 saksi yang sudah diperiksa. Ditegasnya, semua pihak yang terlibat akan diklarifikasi satu persatu. Baik itu mantan-mantan direksi PT. Pembangunan Kepri maupun komisaris.

“Lebih kurang ada 12 saksi-saksi yang sudah kita minta keterangan,” ujar Feritas.

Ditanya mengenai adanya informasi penyidik jaksa bakal melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dewan Kepri pada priode yang lalu? Mengenai hal itu, Feritas enggan untuk membeberkan. “Siapa yang akan kita mintai keterangan selanjutnya, tentu tergantung pada hasil pemeriksaan sebelumnya yang sudah kita lakukan,” tegas Feritas.(jpg)

Loading...