Tim dibantu warga menyusuri hutan di belakang Rumah Bahagia Bintan yang diduga tempat hilangnya kakek bernama Saleh, Sabtu (12/1) siang. F.Basarnas untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Seorang warga Rumah Bahagia Bintan, Saleh, dinyatakan hilang pada Minggu (6/1) lalu.

Namun, kasus ini baru dilaporkan, Sabtu (12/1). Lelaki berusia sekitar 87 tahun ini terakhir terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (6/1) pagi itu masuk ke dalam hutan di belakang Rumah Bahagia Bintan.

Loading...

Pencarian dilakukan tim operasi gabungan terdiri Basarnas, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, dan Polsek Gunung Kijang dibantu masyarakat untuk menyusuri hutan di belakang Rumah Bahagia Bintan demgan radius 3 kilometer. Karena kakek tersebut terakhir kali terlihat memasuki hutan di belakang Rumah Bahagia Bintan.

“Kita menerima laporan, makanya kita membantu mencari,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang Budi Cahyadi.

Saleh merupakan warga Rumah Bahagia Bintan. Ia memiliki keluarga di Batam sedangkan dia hidup sebatang kara di Kawal. Karena hidup sendiri di usia yang renta, Saleh akhirnya menghubungi ketua RT setempat untuk dititipkan di Rumah Bahagia Bintan. Saleh juga diketahui aslinya warga Galang Batang. Informasi dari Ketua RT, bahwa keluarganya tak pernah menjenguk Saleh.

“Informasinya dia sudah sulit berjalan. Untuk pencarian kita melanjutkan pencarian selama 3 hari ke depan sambil mengumpulkan informasi yang ada,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang Iptu L Manik membenarkan kejadian ini.

“Baru dilaporkan Sabtu tadi. Sebenarnya Rabu lalu, namun dokumennya saat itu tak lengkap. Setelah didesak Pak RT ke Rumah Bahagia, tadi dokumennya sudah dilaporkan lengkap,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pencarian dengan dibantu Basarnas, BPBD Kepri dan masyarakat.

“Pak RT yang menitipkannya juga ikut membantu mencari,” tutupnya. (met)

Loading...