Pemilik klakson yang awalnya terpasang di bus angkutan pariwisata diserahkan ke petugas saat razia gabungan Satlantas Polres Bintan dan Dishub Bintan di Simpang Penaga, Jumat (11/1). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Dinilai  menimbulkan suara bising, knalpot modifikasi yang terpasang di salah satu bus angkutan pariwisata disita petugas gabungan Satlantas Polres Bintan dan Dishub Bintan saat razia di Simpang Penaga Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan pada Jumat (11/1) siang.

Kabid Angkutan Darat Dishub Kabupaten Bintan Aris Sulistyo menjelaskan, razia ini untuk melakukan uji petik angkutan barang dan orang yang melintasi wilayah Kabupaten Bintan. Razia ini juga dilakukan mengingat sering terjadi angka kecelakaan di jalan raya.

Loading...

“Kita ingin melihat apakah ada penyimpangan angkutan barang dan orang. Intinya razia ini untuk keselamatan di jalan raya, makanya semua harus sesuai aturan,” jelasnya.

Terkait klakson yang dimodifikasi, ia menjelaskan dalam undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas sudah mengatur peralatan kendaraan muatan yang standar.

Jika kekuatan klakson di luar ketentuan artinya menimbulkan suara bising, ia menegaskan artinya menyalahi aturan. Makanya pihaknya meminta kendaraan yang memasang klakson dimodifikasi langsung diminta dilepas di tempat.

“Klakson bising, suaranya bisa menganggung pengendara lainnya, bisa juga membuat kaget pengguna jalan lainnya,” katanya.

Sementara Kanit Patroli Satlantas Polres Bintan Ipda Florensia Nirmala mengimbau agar ke depan kelengkapan berkendarana dilengkapi baik SIM dan STNK. Juga sebaiknya melakukan KIR  berkala.

Kepada pengguna jalan khususnya pengemudi mobil, ia mengimbau memakai sabuk pengaman. Sedangkan pengendara sepeda motor wajib mengenakan helm.

“Kemudian yang membawa barang misalkan besi sebaiknya ditutup terpal sehingga tak membahayakan pengguna jalan lain,” imbuhnya. (met)

Loading...