Bupati Bintan Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang memeriksa jumlah kendaraan mewah di KIB Lobam berdasarkan manifest, Jumat (11/1) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

batampos.co.id – Tim dari kepolisian dan instansi pemerintah diterjunkan untuk menghitung bareng jumlah kendaraan mewah yang transit di Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam tepatnya di area PT. Bintan Offshore Marine Centre (BOMC), beberapa waktu yang lalu.

Penghitungan jumlah kendaraan mewah dilakukan setelah semua kendaraan mewah masuk ke dalam kapal pada Jumat (11/1) kemarin.

Hal ini dilakukan karena kegiatan fumigasi dengan metode pengasapan terhadap 3.442 unit kendaraan yang dibawa dari Jerman ini telah selesai. Ribuan kendaraan ini akan diangkut kapal kargo berbendera Panama Mv Morning Composer dengan tujuan Australia pada Minggu (13/1).

Bupati Bintan Apri Sujadi menuturkan, Jumat (11/1) ialah hari terakhir kendaraan mewah ini masuk ke dalam kapal.  Setelah semua mobil naik ke palka kapal, tim dari kepolisian dan pemerintah akan menghitung total dan jumlah mobil berdasarkan manifest.

“Jumlah (kendaraan) yang turun yang datang ke sini dengan yang akan keluar, jumlahnya harus sama,” kata dia.

Sehingga, hari Minggu (13/1) nanti, jumlah kendaraan yang keluar dari Lobam, katanya, sama dengan yang masuk.

Dia juga mengatakan, fumigasi dilakukan di Singapura, Malaysia dan China. Di Indonsia, Bintan tepatnya mendapatkan limpahan dari Singapura.

“Artinya secara iklim investasi, ini menarik tenaga kerja. Ada sekitar 70 orang dipekerjakan dengan upah 650 ribu per hari,” kata dia.

“Ada tenaga kerja yang diserap meskipun tidak rutin. Negara-negara tadi berupaya merebut pasar ini, karena ini pasar dunia dan persaingan tetap dilakukan,” kata dia.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan pihaknya terus mengawasi kegiatan di sini. Termasuk kendaraan mewah yang masuk ke kawasan Lobam beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, pihaknya bersama sejumlah instansi pemerintah akan menghitung jumlah kendaraan mewah yang masuk ke Kawasan Industri Bintan, Lobam.

“Berapa yang masuk begitu juga yang keluar, kita bersama instansi lain diantaranya Bea Cukai dan Pemkab Bintan akan mengecek jumlahnya sesuai manifest. Tidak boleh ada kebocoran (kendaraan berkurang). Minggu depan kita juga akan memasang 4 CCTV di kawasan ini,” kata dia.

Sementara Aditya Laksamana GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam selaku pengelola KIB Lobam menuturkan, pihaknya mengundang Bupati Bintan, Kapolres, Kepala BP Kawasan Bintan, BIN Bintan dan sejumlah pihak karena hari ini, merupakan hari terakhir mobil mewah dimasukkan ke dalam kapal.

“Tujuan kita mengundang ke sini untuk menegaskan tidak ada permainan dan ini benar benar bisnis yang legal,” kata dia.

Dia mengatakan, kegiatan fumigasi ini agak mundur dari yang dijadwalkan karena kondisi cuaca misal hujan. “Harusnya tanggal 9 Januari kemarin sudah selesai, namun baru keluar tanggal 13 Januari nanti, jadi agak mundur sekitar 4 hari,” katanya.

Dia berharap, akan ada lagi kegiatan ini di Lobam, karena itu pihaknya berkompetisi dengan Singapura, China dan Malaysia.

“Tinggal kegigihan kita menarik bisnis ini ke sini,” katanya.

Disinggung soal dampak lingkungan fumigasi, ia menjawab setahunya tidak ada dampaknya.

“Dulu kita juga ikut fumigasi tahun 1994 oleh petugas karatntina. Menurut saya suatu hal yang biasa untuk kapal. Setiap beberapa tahun, ada fumigasi untuk membasmi semua serangga dan ada negara yang menerapkan aturan sebelum masuk ke negaranya harus difumigasi. Ini salah satu syarat pemerintah Australia. Barang masuk ke Australia harus difumigasi,” jelasnya.

Disinggung soal keuntungan, ia menjawab secara tidak langsung menyerap pekerja lokal. Kemudian pajak dari kapal labuh tambat atau PNBP.

Sementara Suhadi, 56, seorang pekerja asli Kampung Baru Tanjunguban mengatakan, senang kerja di sini karena gajinya lumayan besar. Sehari, lelaki yang menjadi sopir mobil mewah ini diupah sekitar 650 ribu. “Alhamdulillah tidak berat,” kata lelaki yang sebelumnya menjadi sopir tangki ini.

Ditanya apakah khawatir soal fumigasi? “Alhamdulillah bersih. Tidak ada, saya belum ketemu hamanya,” kata dia tersenyum. (met)

Yuk Baca