Bupati Bintan, Apri Sujadi menyalami masyarakat saat melakukan kunjungan kerjanya. F.Kominfo untuk Batam Pos

batampos.co.id – Hingga 31 Desember 2018 lalu, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bintan menembus angka Rp 221 miliar. Realisasi ini melampaui target yang ditetapkan yakni Rp 202 miliar atau 109,11 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan Yuzed mengatakan serapan pajak yang dipungut, didapat dari berbagai sektor pajak seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan lain-lain. Dari semua pajak tersebut, sektor pajak hotel masih menyumbang angka pendapatan daerah tertinggi.

Untuk tahun 2019, target PAD Kabupaten Bintan 2019 nantinya akan naik menjadi Rp 239,75 miliar.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan untuk menyikapi defisit keuangan akibat dari penurunan Dana Perimbangan berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi setiap tahunnya, maka dirinya harus mampu menyusun dan menyiasati setiap program kerja yang harus dilakukan.

Menurutnya, era otonomi saat ini lebih menuntut setiap pemerintah daerah (pemda) harus lebih mandiri dan kreatif, dalam mencari sumber-sumber pembiayaan, serta aktif mencari berbagai peluang yang bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan kas daerah.

“Alhamdulillah, dalam kurun beberapa tahun ini, kita selalu berhasil meningkatkan PAD daerah Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Pada tahun 2018, target komponen pendapatan daerah masih dikuasai oleh pajak daerah sebesar 73,6 persen, retribusi daerah sebesar 4,3 persej, hasil pengelolaan kekayaan alam sebesar 5,5 persen serta Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah sebesar 16,6 persen.

“Saat ini kontribusi pendapatan daerah yang terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah yang sumbernya masih didominasi dari pajak hotel dan pajak restauran. 5 Sektor terbesar dalam PDRB Kabupaten Bintan, kontribusi terbesar terhadap PAD terbanyak dari sektor pariwisata yaitu 51 persen dari total PAD,” tutupnya. (met)

Yuk Baca