Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam.F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam menilai peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok (KTR) yang sudah disahkan akhir tahun lalu bisa  sejalan dengan konsep Smart City yang sudah digagas Tanjungpinang sejak beberapa waktu terakhir.

“Dengan perda itu juga ikut mendukung pembangunan kota sehat dan kota layak anak yang merupakan bagian dari konsep Smart City,” ujar Rustam, kemarin.

Loading...

Rustam menambahkan, memang sudah selayaknya Tanjungpinang bisa punya perda ini. Pasalnya, kata dia, telah lebih dari separuh kabupaten/kota se-Indonesia mempunyai peraturan daerah yang mengatur kawasan tanpa rokok.

“Ini memang amanat pemerintah pusat lewat Kementerian Kesehatan RI yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tekannya.

Sesuai dengan aturan yang ada, lokasi yang masuk dalam sasaran kawasan tanpa rokok di antaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, tempat kerja serta tempat umum.

“Dan tempat di atas juga wajib menyediakan area tempat rokok agar para perokok bisa merokok di tempat yang telah disediakan,” kata Rustam.

Selanjutnya, perda ini juga ikut menerapkan larangan menjual rokok kepada anak di bawah 18 tahun, diwujudkan dengan membuat surat pernyataan bagi penjual rokok. Kantor pemerintah, tegas Rustam, wajib memasang poster/banner KTR di wilayah pintu masuk.

“Di sekolah tidak perlu poster/banner KTR di kawasan sekolah karena itu artinya, murid akan berpikir boleh merokok di luar sekolah,” tutupnya.(aya)

Loading...