Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali.F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Satreskrim Polres Tanjungpinang telah melakukan penyelidikan terkait laporan pengadangan yang diterima petugas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tanjungpinang saat menjalankan tugasnya. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi dan akan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Dari hasil reka ulang di lokasi kejadian, kuat dugaan ada unsur pidananya,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali.

Pihaknya, lanjut Efendri, dalam waktu dekat akan melaksanakan gelar perkara untuk mennyimpulkan dan menetapkan tersangka dalam kasus pengadangan tersebut. “Kami juga akan memanggil dan memeriksa dua orang saksi lainnya,” jelasnya.

Efendri menambahkan, pengadangan atau menghalang-halangi petugas atau pejabat  dalam menjalankan tugas yang sah sesuai Undang-undang, masuk dalam ranah tindak pidana umum. Tersangka pengadangan dapat dijerat pasal 212 KUHP dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan penjara.

Sebelumnya diberitakan, tiga petugas Bawaslu Tanjungpinang diadang sejumlah warga saat menjalankan tugasnya di Kelurahan Dompak Tanjungpinang, Rabu (9/1) lalu. Kedatangan Bawaslu Tanjungpinang tersebut, bertujuan untuk meminta keterangan warga terkait laporan adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh salah satu Calon Legislatif (Caleg) di kawasan tersebut. (odi)

Yuk Baca