Sejumlah warga Tionghoa membeli ikan dingkis di Jalan Tambak Tanjungpinang, Selasa (5/2). F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Ikan Dingkis menjadi salah satu ikan yang diburu warga Tionghoa saat merayakan Imlek. Ikan yang hanya bertelur saat Imlek tersebut dipercaya membawa keberkahan dan keberuntungan bagi siapapun yang menyantapnya.

“Makan ikan ini bisa tambah rezeki, karena bertelur saat imlek, dan telur tersebut yang dipercaya membawa keberuntungan, ujar Apui, salah seorang warga Tionghoa, saat membeli ikan dingkis di jalan Tambak, Selasa, (5/2).

Ikan dingkis dan telurnya, menurut Apui, biasanya diolah dengan cara dikukus dan dimasak asam pedas. “Biasanya disantap bersama keluarga saat Hari Raya Imlek,” katanya.

Ikan dingkis, lanjut Apui, ada dua jenis yakni warna kuning dan warna putih susu. “Biasanya, warga Tionghoa mencari ikan warna putih susu yang bertelur,” katanya.

Harga yang dijual pedagang pun beragam, tergantung jenis dan ukuran serta telurnya yang dijual mulai dari harga Rp100ribu hinga Rp200ribu per kilogram. Meskipun mahal, namun warga Tionghoa tetap memburu ikan dingkis yang bertelur untuk disantap bersama keluarga saat Imlek. “Yang bikin mahal itu telurnya, karena telur ikan dingkis dipercaya membawa berkah,” ujar Ati, salah seorang pedagang ikan dingkis.

Ikan dingkis yang didapatkan dari daerah pulau Pangkil Bintan tersebut, sambung Ati hanya muncul saat Imlek, sekali dalam setahun selama sebulan. “Untuk mendapatkannya dengan cara menjaring atau dengan cara tradisional lainnya,” pungkasnya. (odi)