Dinkes melangsungkan pemberantasan jentik di rumah warga, belum lama ini. F.Dok Dinkes Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos.co.id – Angka bebas jentik di Tanjungpinang belum ideal. Masih diperlukan kerja keras dan kesadaran kolektif agar jentik tidak berkembang-biak di tengah tempat tinggal masyarakat yang dapat menjadi biang dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang, Rustam tidak menampik fakta tersebut. Ia sudah menerima laporan dari timnya dan laporan dari seluruh puskesmas yang ada di Tanjungpinang.

“Saat ini angka bebas jentik di Tanjungpinang baru kisaran 65-87 persen. Sedangkan idealnya untuk memutus mata rantai penularan DBD secara efektif itu angka bebas jentik harus mencapai di atas 95 persen,” terang Rustam, Jumat (8/2).

Karenanya, DinkesdaldukKB Tanjungpinang, kata Rustam, mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan peran serta dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1K).

Dengan adanya satu juru pantau terhadap jentik bisa meminimalisasi perkembanganbiaknya.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk di berbagai kesempatan seperti pertemuan forum RT RW, hingga majelis taklim. Kami juga melakukan edukasi dan pemantauan jentik serta pembagian abate secara door to door ke berbagai pemukiman masyarakat yang potensial terjadi penularan DBD,” ujar Rustam.

Bahkan sekarang, Dinkes juga ikut aktif memberantas sarang nyamuk sampai ke sekolah-sekolah. Rustam tidak menampik bahwasanya bisa saja kemungkinan bak air di sekolah lama tidak terpantau. Sehingga, kata dia, juga perlu diturunkan tim sosialisasi ke sana.

“Karena kalau terbiar sampai seminggu tidak terkuras itu bisa menjadi sarang jentik berkembang biak. Kalau rumah itu mudah mendapatkan perhatian, tapi sekolah kadang-kadang terabaikan. Makanya kami juga ke sekolah-sekolah melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Tempat yang paling sering ditemukan jentik di Kota Tanjungpinang, sambung Rustam, adalah di bak mandi, drum penampungan air di dalam maupun di luar rumah yang tidak ditutup, pada tampungan air sisa dispenser, minuman binatang peliharaan, kaleng bekas atau jelas/botol plastik berkas yang terbiar, bekas kolam ikan/ aquarium, dan tatakan pot bunga.(aya)