KRI Sigurot mengkap kapal Taiwan yang melakukan pelanggaran di perairan Indonesia.F.Istimewa

batampos.co.id – Wilayah perbatasan Indonesia seperti di Selat Malaka dan Selat Singapura menjadi wilayah rawan penyeludupan narkotika dan penyeludupan barang serta penyeludupan orang. Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, jajaran Komando Armada I dalam hal ini Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, terus mengintensifkan patroli keamanan laut dan udara di wilayah perbatasan.

Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda Yudo Margono menjelaskan letak wilayah kerja Lantamal IV sangat strategis karena terdapat Selat Singapura dan Selat Malaka yang merupakan Sea Lines of Trade (Slot), Sea Lines of Communication (Sloc) dan checkpoint bagi pelayaran internasional. Hal ini dipandang sebagai proyeksi armada laut bagi negara-negara maritim besar. “Makanya keamanan perbatasan menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, lanjut Yudo, Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Koarmada I berhasil menggagalkan sejumlah pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah perbatasan. “Menurunnya pelanggaran hukum dan kejahatan di laut, mendapat apresiasi dari dunia internasional,” paparnya.

Yudo menegaskan, pihaknya akan terus memfokuskan melakukan operasi-operasi intelejen dan operasi keamanan di setiap wilayah perbatasan.

“Kami akan menurunkan KRI (Kapal Republik Indonesia) dan patroli udara maritim untuk menindak setiap kejahatan yang terjadi di laut,” tegasnya. (odi)

Loading...