Artis Ibukota, Iyeth Bustami akan tampil di Festival Pulau Penyengat, 14-18 Februari 2019.F.Istimewa

batampos.co.id – Festival Pulau Penyengat (FPP) 14-18 Maret 2019 dipastikan akan berlangsung semarak. Lantaran, festival yang digadang sebagai ajang andalan Tanjungpinang menggaet wisatawan ini akan diramaikan oleh seorang penyanyi kenamaan. Bukan sembarang penyanyi. Adalah Iyeth Bustami, penyanyi yang dikenal secara nasional dan akrab menyanyikan lagu-lagu Melayu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Kota Tanjungpinang, Safarudin mengharap Iyeth bisa jadi magnet buat kedatangan wisatawan ke Tanjungpinang. “Apalagi Iyeth Bustami bukan seorang diva yang asing buat warga Tanjungpinang. Tentu akan menarik,” ujar Safarudin, Senin (11/2).

Loading...

Kehadiran Iyeth dalam FPP tahun ini, sambung Safarudin, melengkapi rangkaian kegiatan sepanjang akhir pekan nanti. Kini Disparbud Tanjungpinang, sedang mematangkan persiapan.

“Sebagian besar persiapan sudah dilaksanakan, ada 4 materi penting dan 1 materi tambahan yang akan digelar pada Festival Pulau Penyengat nanti,” katanya.

Safarudin menjelaskan, empat materi penting yang akan dipersiapkan itu meliputi kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi ke 215 Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan di Pulau Penyengat. Kegiatan itu yakni pawai budaya yang akan digelar seluruh kecamatan di Kota Tanjungpinang serta haul akbar di Pulau Penyengat.

“Pada haul akbar akan diiringi dengan tabligh akbar yang insya Allah akan hadir, Al Habib Hasan bin Umar Baagil dari Surabaya,” ujarnya.

Kemudian juga akan dianugerahkan gelar Dato Setia Amanah kepada Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang.

“Penyematan gelar Dato Setia Amanah ini dilaksanakan setiap kepala daerah terpilih, dengan harapan, dengan gelar itu, beliau tetap menjaga amanah yang diberikan tersebut,” ungkapnya.

Kemudian iven terakhir, kata Safarudin, adalah kegiatan tambahan dengan dilaksanakan berbagai macam festival dan lomba seni dan budaya adat melayu. Selain itu, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan segala sesuai kebutuhan jelang pelaksanaan FPP pada 14 Februari mendatang.

“Intinya. Festival dan lomba itu ada penghias, jadi kegiatan Festival Pulau Penyengat itu dilaksanakan bertujuan untuk mengangkat kembali budaya-budaya yang ada, jadi kegiatan itu mengembalikan Penyengat pada masa lalu,” tuturnya.

Terkait target kunjungan wisatawan pada kegiatan tersebut, Safarudin mengaku target wisatawan dengan FPP sejatinya dua hal yang berbeda. Sebenarnya, kata dia, pelaksanaan FPP ini bukan mengejar target kunjungan wisatawan, melainkan untuk melestarikan budaya yang ada di Pulau Penyengat mengingatkan pulau tersebut adalah mas kawin Sultan Mahmud Syah III dengan Raja Hamidah.

“Kegiatan kebudayaan sebenarnya kita tidak pernah menargetkan berapa wisatawan yang masuk, tetapi mengapa tidak, melihat tahun lalu, ada sekitar 10 ribu pengunjung, sehari bisa 2 ribu, dan untuk tahun ini sudah ada pihak agen Malaysia dan Singapura yang mau datang ke sini (Tanjungpinang),” ujarnya. (aya)

Loading...