Foto Bersama Direktur Sistem Komunikasi bersama Basarnas, Kepolisian, TNI, Kementerian Perhubungan, pemilik agen perjalanan kapal serta Stakeholder lainya. di Aula Basarnas Tanjungpinang, Selasa (12/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pencarian dan pertolongan kelas A Tanjungpinang, gelar sosialisasi sistem deteksi dini di kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Selasa (12/3).

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 29 tahun 2014 , pemerintah dalam hal ini Basarnas wajib memberikan pelayanan jasa pencarian dan pertolongan yang meliputi kecelakaan pelayaran, kecelakaan pesawat udara, tanggap darurat bencana yang membahayakan jiwa manusia, serta kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus.

Loading...

Kepala Kantor Basarnas, Budi Cahyadi mengatakan, wilayah kerja kantor Basarnas Tanjungpinang di Kepri yang merupakan sebagian sekitar 98 persen lautan dan dua persen daratan. Sehingga potensi kecelakaan laut akan lebih tinggi saat pelayaran.

“Berdarsarkan data 2018, Basarnas telah menangani kejadian kecelakaan pelayaran sebanyak 19, dengan jumlah korban 483 orang, selamat 476, meninggal empat orang, dan hilang sebanyak tiga orang,” kata Budi.

Ia menjelaskan dengan banyaknya kejadian pelayanan, Basarnas Tanjungpinang terus meningkatkan pelayanan yang terpenting menghindari korban jiwa dari setiap kejadian yang ditangani.

“Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan deteksi dini untuk secepat mungkin mendeteksi kecelakaan,” ujarnya.

Sangat penting pengetahuan semua kalangan masyarakat, baik sebagai pengawas, penyedia, maupun pengguna transportasi laut tentang sistem deteksi dini.

“Maka pada kesempatan ini kita bersama harus memahami dengan baik serta mengaplikasikannya, tujuan untuk keselamatan disaat berada diperjalanan perairan,” tambahnya.

Direktur Sistem Komunikasi Basarnas, Brigadir Jenderal (Mar) Bambang Suryo Aji, mengatakan saat ini untuk peningkatan pelayanan dan kinerja dalam memberikan pertolongan Basarnas harus memiliki alat pendeteksi dini yang berbasis satelit yang mampu menentukan lokasi dan mendistribusikan informasi secara jelas.

“Selaku leading sektor dalam proses pencari dan pertolongan alat ini wajib dimiliki,” katanya.

Bambang menjelaskan, pihaknya selalu memberiakan sosialisasi di beberapa tempat khususnya di wilayah yang didominasi perairan supaya bisa melaksanakan amanat undang-undang tersebut.

“Memberikan keseamatan,  rasa nyaman,  kepada seluruh yang melaksanakan kegiatan yang dapat membahayakan diri dan orang lain,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk wilayan Tanjungpinang sinergitas Basarnas dengan TNI,  Polri, terkait masalah kebencanaan cukup baik dan perlu diapresiasi, Basarnas tidak bisa bekerja sendiri, terkadang saat menerima informasi di tengah laut ada kecelakaan tiba-tiba sudah ada kapal yang membantu, ketika ada bencana TNI sudah ada di lokasi.

“Ini bukti bahwa sinergitas terjalin dengan baik, meskipun kami punya respon time waktu 30 menit,  begitu terima info yang akurat dalam waktu paling lama 30 menit kami harus sampai di lokasi,” imbuhnya.

Ia mengatakan, alat ini akan semakin baik jika didukung oleh pemilik kapal yang berlayar dengan memasang alat deteksi tersebut serta diregistrasikan ke sistem.

“Sebelum sosialisasi ini dilakukan sangat sedikit yang terdaftar sangat,  namun setelah sosialisasi dilakukan di Balikpapan jadi bertambah yang melakukan registrasi, sebab ini akan lebih mempermudah pekerjaan dalam memberikan pertolongan cepat,” imbuhnya.(cr2)

Loading...