Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kepri, Sardison.F.Yusnadi / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan tahun 2019 ini, seluruh kabupaten/kota diwajibkan menjalankan program Kartu Identitas Anak (KIA). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tertib administrasi.

“Memang sebelumnya sudah ada beberapa kabupaten/kota di Kepri yang sudah menjalankan KIA ini seperti Natuna, Bintan, Karimun, Tanjungpunang, dan Batam,” ujar Sardison belum lama ini.

Loading...

Dijelaskannya, pada tahun ini tak ada lagi alasan bagi daerah yang belum menerapkan program terseniy. Karena sifatnya wajib untuk dijalankan. Makanya tahun ini semua anak 0 tahun hingga 17 tahun kurang wajib mengurus KIA.

“Untuk anak 0 tahun hingga 5 tahun kurang, maka tidak pakai foto di KIA miliknya. Sedangkan anak usia 5-17 tahun kurang sudah pakai foto di KIA miliknya,” jelas Sardison.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, di KIA juga turut dicantumkan nama orangtua, alamat orangtua, golongan darah dan data lainnya termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak itu sendiri.

Lebih lanjut katanya, untuk mengurus KIA cukup dengan membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi, KTP orangtua baik asli dan foto kopi serta akta lahir anak itu sendiri yang asli dan fotokopi.

“KIA tak bisa diurus jika belum ada akta lahir. Karena NIK dibuat saat mengurus akta lahir. Artinya, tanpa akta lahir KIA tak mungkin keluar,” jelasnya lagi.

Menurut Sardison, KIA merupakan hak konstituen seluruh masyarakat usia 0 tahun hingga 17 tahun kurang. KIA ini ke depan diharapkan bisa membantu setiap anak untuk mendapatkan diskon khusus. Misalnya, tempat permainan anak, bagi yang sudah memiliki KIA diberi diskon.

Sehingga si anak dan orangtua merasakan salah satu manfaat KIA itu. Di toko buku misalnya, anak yang sudah memiliki KIA diberi diskon untuk membelu buku agarmakin rajin belajardan membaca.

Demikian juga misalnya saat nonton film dapat diskon. Namun, sebelumnya perusahaan tersebut harus kerja sama dengan Disdukcapil sesuai kondusinya apakah Dukcapil Provinsi atau Disdukcapil kabupaten-kota.

“Salah satu yang terpenting dalam KIA ini adalah, misalnya kita bawa anak naik kapal atau naik pesawat dan ditanya petugas, mana KK. Itu kan tak enak bagi kita. Kalau ada KIA, tinggal tunjukkan itu aja. Nama orangtuanya ada kok di situ. Jadi jelas,” paparnya.

Ditambahkan Sardison, petugas sebaiknya jangan lagi menanyakan KK. Sebab, KIA itu bisa keluar jika ada KK. Artinya, cukup dengan menunjukkan KIA dan mencocokkan nama orangtua dan alamat, maka urusan selesai.

“Tak perlu KK lagi, karena sudah ada regulasi baru tentang pelayanan kependudukan yang harus sama-sama dipahami,” tutup Sardison.(jpg)

Loading...